Hukum dan Kriminal Medan

Ditinju Kakak Kelas, Siswa SMA Wahidin Lapor ke Polres Pelabuhan Belawan

BELAWANnewskabarindonesia.com: Aksi kekerasan kembali terjadi di lingkungan sekolah Yayasan Wahidin di Medan Labuhan, salah seorang siswa inisial Charles (16) ditinju oleh kakak kelasnya Justin (18), Jumat (12/01/2024) pukul 11.30 Wib, tidak terima diberlakukan kasar, akhirnya korban melapor ke Polres Pelabuhan Belawan.

Keterangan dihimpun di Polres Pelabuhan Belawan unit PPA, aksi kekerasan tersebut terjadi di areal parkir sekolah,kejadian bermula pada jam pulang sekolah, pelaku Ju bersamaan pulang sekolah berjalan menuju ke parkir sekolah tiba-tiba meninju pelopak mata korban sampai bengkak merah.

Kemudian ketika diparkiran sekolah Justin yang masih duduk di bangku kelas III bertemu dengan Charles yang merupakan siswa kelas II SMA Yayasan Wahidin Sudiro Husodo Pajak Rambe Medan Labuhan.

Baca Juga  Rutan Labuhan Deli Kanwil Sumut Ikuti Sosialisasi Tentang Opini Analisis Strategis Kebijakan Pengadilan HAM di Indonesia

Tiba-tiba, pelaku Justin berkata apa kau liat- liat cewekku banyak kali gaya kamu,usai berkata sambil menarik kera baju sambil mencekik mendekati Charles dan langsung menendang korban, dan mengenai pinggangnya.”Akibat tendangan tersebut Justin terjatuh,” ungkapnya.

Tidak terima atas kejadian itu didampingi orangtuanya Wenny melapor ke Mapolres Pelabuhan Belawan berdasarkan LP/B/I/2024/SPKT/Polres Pelabuhan Blw/Poda Sumut.

Di sisi lain, kasus semacam ini sudah berulang kali terjadi di sekolah yang sama,kejadian sebelumnya dapat diselesaikan dan pihak yang terlibat sudah dilakukan pembinaan.

Baca Juga  Ga Bahaya Tah...Pemasangan Jaringan Kabel Fiber Optic Milik Salah Satu Vendor di Kota Bandar Lampung di Duga Belum Memiliki Izin di Rukun Tetangga ( RT ), dan Kelurahan Setempat

Sudah ada tiga kali, pelaku berbeda tapi di sekolah yang sama,hal ini harus disikapi agar tidak terulang kembali.

“Harus diambil tindakan tegas agar tidak terulang lagi, dan ini menjadi pelajaran untuk yang lain,diberikan pembinaan tapi malah diulangi lagi, bahkan pihak sekolah juga sudah diingatkan,” jelasnya.

Sementara Kanit Unit PPA, Iptu S.Sihombing SH,Selasa(16/01) saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus penganiayaan, baik korban maupun pelakunya masih berstatus pelajar tersebut,disebutkan bahwa, kedua belah pihak masih dimintai keterangan.

“Kami masih melakukan pemeriksaan, dan sementara ini kasus terjadi karena kesalahpahaman,” jelasnya.

(Rikcy)

 

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *