BELAWAN – newskabarindonesia.com: Sarana dan Prasarana operasional Badan Usaha Milik Negara BUMN melalui PT. Prima Indonesia Logistik bertahun tahun butuh solusi anpa solusi penataan sehingga sebagian fasilitas terendam air sedang tahap proses pembenahan drainase dan proses usulan investasi, Sabtu (9/8/2025)
Uden (50) warga belawan mengatakan penataan area operasional kerja PT PIL layak di kelola agar segala fasilitas dan operasional dapat berjalan lancar tanpa sedikitpun hambatan.
Lalu, PT Prima Indonesia Logistik (PIL) tampak mengalami dengan fasilitas deponya yang terendam air dan memiliki kondisi lapangan yang buruk.
“Kondisi lapangan yang buruk meliputi jalan berlubang dan tidak adanya drainase yang memadai. Sangat memperihatinkan karena depot tersebut digunakan oleh berbagai perusahaan untuk kegiatan logistik dan pengiriman petikemas”.
Terlihat, saluran drainase di dalam areal operasional PT PIL tak berfungsi secara optimal sehingga merendam sebahagian peralatan mobil crane, forklift tentu dapat mempengaruhi kepercayaan dan kepuasan pelanggan.
Dalam melayani pengiriman petikemas internasional dan domestik melalui kereta api dan jalan darat, PT Prima Indonesia Logistik juga memiliki fasilitas berbagai gudang yang luas yang kumuh.
Apalagi lampu penerangan disebahagian areal operasional kerja PT PIL terlihat tak memadai sehingga memicu kecelakaan kerja memperlambat aktivitas bongkar muat ketika di malam harinya.
“Menteri BUMN Erick Thohir seharusnya mengevaluasi para pegawai operasional PT Prima Indonesia Logistik agar peduli menjaga reputasi nama baik PT Pelindo sebagai perusahaan BUMN profesional yang terintegritas dalam pelayanan jasa di Pelabuhan”.
“Kondisi depo container PT Prima Indonesia Logistik kian memperihatinkan menjadi sorotan tajam publik memiliki fasilitas yang tak memadai”, ujar Uden
Terpisah, Manajer Operasional Logistik, Mitsu B. Tampubolon melalui Humas PT Prima Indonesia Logistik, Awi Ritonga menyebutkan perihal ini sedang dalam tahap proses pembenahan drainase dan proses usulan investasi. Ungkapnya
(Rikcy)









