oleh

Diduga Intimidasi Warga, Kapolres Tangsel Paksa Ketua RT Tandatangani Surat Penolakan Deklarasi

Jakarta, newskabarindonesia.com : Sudah tidak ada lagi kebebasan berpendapat dimuka umum salah satunya di Wilayah Tangerang Selatan yang diduga dilakukan oleh Kapolres Tangsel dengan mengintimidasi kepada  RT dan RW setempat dan diduga memaksa untuk menandatangi surat penolakan deklarasi akbar.

Saksi seorang warga yang tidak menyebutkan indentitasnya mengatakan,”Sebelumnya, panggung yang sedang dipasang oleh crew panggung dipaksa dibongkar kembali oleh oknum aparat kepolisian siang tadi, Minggu, (23/09/2018),” ucap warga kepada Newskabarindonesia.com melalui pesan WhatsApp ke redaksi pukul 14.44 Wib.

Tambah saksi,”Lalu identitas crew difoto dan perusahaan panggung tersebut diancam akan dicabut ijinnya jika masih melakukan aktifitas tersebut, akibatnya panggung tersebut dibongkar dan dibawa pulang kembali,” ujarnya.

Kemudian sekitar pukul 19.00 Wib, Sabtu tanggal 22 September 2018. Ketua RT dan RW setempat dipaksa menghadap Kapolres untuk menandatangani surat penolakan Acara Deklarasi Akbar Tangsel tersebut.

Informasi intimidasi terhadap pengurus warga pun tersebar dimasyarakat Tangsel, akibatnya warga pun berdatangan untuk melindungi Ketua RT dan RW nya termasuk pula para anggota FPI (hanya mengawasi) dan Bamus Tangsel agar kedua pengurus warga tersebut tidak dibawa ke Polres Tangsel.

Negosiasi terus dilakukan oleh pihak kepolisian cukup berjalan alot, tetapi berbagai alasan dan tipu muslihat akhirnya Kedua Pengurus Warga pun bisa dibawa ke Polres dengan Pengawalan FPI dan Bamus Tangsel.

Sayangnya, kedua pengurus warga tersebut tidak ada pendampingan dari advokasi. Jadi penandatangan penolakan pun dilakukan dibawah intimidasi dari pihak kepolisian.
Rencananya.

Sabtu pagi ini tim advokasi Relawan Ganti Presiden Pusat akan mendatangi Polres Tangsel utk ajukan nota keberatan.

Mengingat Kepolisian Tangsel sebelumnya sudah memberikan ijin kepada Pihak Panitia utk acara tersebut utk mengadakan Acara Deklarasi #2019GP.

Tapi tanpa ada alasan yang jelas Polres Tangsel melarang segala bentuk kegiatam Acara Deklarasi Akbar tersebut.(Noval/red)

Facebook Comments

Komentar

News Feed