oleh

Diduga Melanggar Peraturan, Pembangunan Vihara Kebon Jeruk Jakarta Disoal

JAKARTA, Newskabarindonesia.com : Bangunan rangka baja yang mengantongi izin rumah tinggal 3 Unit dengan,
No.IMB.004/C.37c/31.73.05/-1.785.51/2018 TGL : 03/01/2018 di Jalan Mangga II RT. 008/RW. 03 Kelurahan. Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat terlihat banyak kejanggalan.

Untuk memperjelas fakta dan data agar pemberitaan berimbang, reporter newskabarindonesia.com Noval menyambangi kediaman Ketua RT 008 Ani. Dalam wawancara singkatnya ia membenarkan adanya tiga unit bagnunan dengan menggunakan rangka baja dengan spesifikasi rumah tinggal (hunian) di lantai dua dan yang lantai bawah dipergunakan untuk lahan parkir jama’ah Vihara. Selasa (25/09/2018).

Ani menambahkan, pasca dibangunnya bangunan tersebut jalan Mangga II sering mengalami kemacetan lantaran banyaknya jama’ah Vihara yang memarkirkan kendaraannya di badan jalan.

Ketua RT 008 itu menilai Garis Sempadan Bangunan (GSB) terlihat tidak seperti bangunan-bangunan tempat tinggal lainnya ditambah tidak adanya sumur untuk resapan serta tidak ada izin Andalalin, yang mana menurut keterangan Ani dilantai dasar (basement) akan dipergunakan untuk lahan parkir.

Ketentuan analisis mengenai dampak lingkungan untuk lalulintas dalam kaitannya dengan hukum properti.
Undang-undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan (“UULLAJ”) dalam Pasal 1 angka 2 menyatakan bahwa Lalu lintas adalah gerak kendaraan dan orang di Ruang Lalu lintas Jalan.

Ketentuan yang diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 7/2010 tentang Bangunan Gedung, Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1/2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2030 dan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1/2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang dan Peraturan Zonasi Juncto Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 128/2012 tentang Pengenaan Sanksi Pelanggaran Penyelenggaraan Bangunan Gedung.

“Benar Bang, Rumah Tinggal (Hunian) dilantai dua dan lantai satu dipergunakan untuk lahan parkir Jama’ah Vihara”

Terpisah melalui pesan singkatnya Kepala Seksi (Kasie) Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Kecamatan Kebon Jeruk, Siska membenarkan adanya beberapa prosedur yang tidak dipatuhi, dan selanjutnya pihaknya telah memberikan sanksi berupa pemberian Surat Peringatan Pertama (SP 1).

“Untuk sementara struktur dan gambar arsitektur masih sesuai dengan IMB yang diterbitkan oleh pihak PTSP, tapi nanti setelah terlihat menyimpang dari IMB yang diterbitkan kita akan menindak,” kata Siska melalui pesan singkat via WhatsApp, Senin (24/09/2018). (Nvl/Ddg/Red)

Facebook Comments

Komentar

News Feed