oleh

Datangi Polda Maluku Utara, AGMAK Minta Polisi Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Dinas Pendidikan

Maluku Utara, newskabarindonesia.com : Aliansi Gerakan Anti Korupsi (AGMAK) Maluku Utara, mendatangi Kantor Direktorat Kriminal Khusus (DITKRIMSUS) Polda Maluku Utara dan Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Maluku Utara. Kamis (27/09/2018).

Masa aksi yang datang dengan menggunakan satu unit truk di lengkapi dengan sound sistem itu datang sekitar pukul 09.30 WIB dan langsung mendatangi kantor Ditkrimsus Polda Maluku Utara. Dalam orasi yang di gelar selama sekitar satu jam tersebut, masa meminta kepada pihak kepolisian dan penegak hukum untuk mengusut tundat dugaan kasus korupsi yang ada di daerah tersebut.

Usai menggelar orasi di Mappolda Maluku Utara, masa aksi kemudian menuju Kantor Kejati Maluku Utara sekitat pukul 10.40 WIB, masa aksipun ahirnya membubarkan diri sekitar pukul 12.00. setelah menyampaikan tuntutanya.

Dalam orasi, masa aksi mendesak kepada Polda dan Kejaksaan Tinggi Maluku Utara agar mengusut temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan Perwakilan (BPKP) Maluku Utara Tahun Anggaran 2017, terkait dengan empat paket pekerjaan milik Dinas Pendidikan dan Pengajaran (DIKJAR) Maluku Utara yang menjadi temuan senilai Rp. 2.4 M TA 2017, temuan UPTB Samsat Tidore Kepulawan senilai Rp. 278 Juta yang tidak di setor ke Kas Daerah (KASDA) dan temuan senilai Rp. 2 M yang belum di pertanggungjawabkan oleh Perusahan Daerah (PD) Kieraha Mandiri milik Pemerintah Prov. Maluku Utara.

Aksi yang di pimpin oleh Juslan J Hi. Latif sebagai Kordinator Lapangan (KORLAP) ini dalam orasinya meminta kepada Polda Maluku Utara agar lebih mengedepankan (equality before the law) persamaan di mata hukum, siapapun dia jika terbukti melakukan tindak Pidana korupsi maka harus di tindak sehingga ada efek jerah. Teriak juslan.

Lanjut Juslan, terkait dengan empat paket pekerjaan pengadaan alat praktek SMK milik Dinas Pendidikan dan Pengajaran (DIKJAR) Malut itu sudah di laporkan oleh rekanya ke Polda Malut namun hingga kini tidak ada kepastian tindak lanjut laporan tersebut, sambung juslan, jika kasus yang telah di laporkan itu tetap saja tidak di gubris maka pihaknya akan menyurat ke pengawas penyidik dan propam mabes polri karena kasus tersebut telah memenuhu unsur formil dan materil. Imbuhnya

Terpisah, Direktur Kriminal Khusus saat ini media newskabarindonesia tidak dapat mengkonfirmasi karena beradi di luara daerah sebagaimana penjelasan petugas di kantor DITKRIMSUS, sementara untuk Perusahan Daerah Kieraha Mandiri melalui Kabag Keuangan Amrin M Taher, ketika di konfirmasi menjelaskan bahwa temuan itu pihak PD mandiri dalam pekan kemarin telah menyelesaikan semua admintrasi pertanggungjawaban tersebut hanya saja belum melakukan konfrensi pers sehingga publik tidak mengetahui.

Sementara mantan Kepala UPTB Samsat Kota Tidore Kepulawan ketika di konfirmasi media ini melalui kontak person 08229244xxxx, menjelaskan bahwa temuan itu suda di lakukan pengembalian oleh bendahara, namun ketika di tanyakan bendahara atas nama siapa dan kapan dilakukan pengembalian, hendak menjawab dan memilih diam hingga terputus komunikasi. Di lain sisi kepala Dinas Pendidikan dan pengajaran prov. Maluku Utara Imran Yakup hingga kini belum bisa di konfirmasi lantaran beberapa kontak personnya selalu di luar jangkawan, melalui Kabid Perencanaan, Mudafar ketika dikongirmasi enggan memberikan penjelasan namun di arahkan agar berkonfirmasi dengan PPK.

Hingga berita ini di naikan, media newskabarindonesia.com kesulitan dalam akses komunikasi dengan Pejabat Pembuat Komit (PPK) atas pekerjaan empat paket pengadaan alat praktek tersebut. (MS.Red)

Facebook Comments

Komentar

News Feed