oleh

PT. Karya Bisa Bantah Adanya Temuan Penyimpangan Proyek dan Pelanggaran SOP

BLITAR, NewsKabarIndonesia.Com : Isu dugaan penyimpangan pekerjaan proyek pembangunan RSUD Srengat Kabupaten Blitar yang menyeret PT. Karya Bisa selaku rekanan melakukan kralrifikasi hak jawabnya.Rabu (26/09/2018).

Dalam klarifikasinya, pihak perusahaan yang didampingi Manager Proyek Surya Wisesa disebuah rumah makan di daerah setempat.

Surya Wisesa menjelaskan, proyek pembangunan RSUD Srengat tahap pertama dengan pagu Rp 90 milyar sudah sesuai spesifikasi pekerjaan dan prosedur sebuah proyek.

Surya mengaku untuk mengerjakan proyek tersebut perusahaan sebelumnya telah berkoordinasi dengan berkoordinasi Manajemen Kontruksi/MK, Pemilik Dinas Kesehatan dan PPTK selaku pemberi kerja.,

” Jadi segala hal yang kami laksanakan di proyek secara umum sudah kami laksanakan sesuai dengan prosedur dan tidak ada yang menyimpang dari prosedur semestinya”, ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa proyek pembangunan RSUD Srengat ada banyak kritikan satu diantaranya dari Lembaga Pemantau Independen/LPI Blitar. Menurut LPI Blitar, pembangunan RSUD Srengat yang menelan anggaran 145 milyar tersebut tidak memperhatikan spesifikasi teknisnya sebagai mana tertuang dalam Rencana Kerja Sementara/RKS.

Banyak kejanggalan yang ditemukan diantaranya pengambilan pasir untuk urugan diambil dari lokasi penambangan pasir yang diduga tidak memiliki Ijin Usaha Pertambangan/IUP dan tidak dilakukan Uji Laboratorium.(Fen/Be/Red).

Facebook Comments

Komentar

News Feed