oleh

Kisruh Status Tanah RT 14 Berlanjut, Warga Bersama Pemkot Ternate dan BPN Lakukan Mediasi

Ternate, newskabarindonesia.com :Kisruh status tanah RT 14, RW 06 Kelurahan Mangga Dua Utara Kecamatan Ternate Selatan Kota Ternate Provinsi Maluku Utara akhirnya di mediasi bersama Pemerintah Kota Ternate, warga RT 14 RW 06 dan Badan Pertanahan Nasional(BPN)Oleh Kapolres Kota Ternate, Selasa 26/02/19

Pertemuan berlangsung sekitar pukul 15.00 wit di ruang rapat Kantor Walikota Ternate yang di hadiri Walikota Ternate Burhan Abdurahman, Kepala Kantor BPN Kota Ternate Adi Sutfi Dahlan, Kapolres Kota Ternate AKBP Azhari Juanda Bersama Perwakilan Warga Mangga Dua Utara Kota Ternate, namun pertemuan ini belum membuahkan hasil dan berlanjut ke pengadilan

Walokota Ternate, Burhan Abdurahman ketika di temuai awak media menjelaskan bahwa dalam pertemuan tadi suda di jelaskan semua terkait status tanah ke Warga Mangga Dua Utara Kota Ternate oleh Kepala Kantor BPN bahwa lahan tersebut memang benar suda memiliki sertifikat atas kepemilikan Andi Cakra yang di beli kepada Oktovianus, olehnya itu BPN tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan yang bisa membatalkan adalah pengadilan. ungkap Burhan Abdurahman

Lanjut Burhan, pertemuan ini sekaligus mengklarifikasi kepada warga agar tidak menilai yang bukan-bukan karena status tanahnya jelas olehnya itu kembali ke warga apakah mau ke pengadilan atau melakukan pendekatan dengan pemilik lahan itu tergantung warga, imbuhnya

Hal yang sama juga di sampaikan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional(BPN)Kota Ternate Adi Sutfi Dahlan, Bahwa permintaan warga untuk membatalkan sertifikat tanah No 01/Mangga Dua Utara atas nama Oktovianus yang di belih oleh Andi Cakra Bukan kewenangan BPN tetapi kewenangan pengadilan, kami juga sarankan kepada warga jika merasa ada kejanggalan dalam sertifikat karena lokasinya di tas laut silahkan ke pengadilan karna itu jalan satu-satunya dan jika putusan pengadilan membatalkan maka kami akan membatalkan. ungkap Adi

Terpisah Zamrut H. Wahab Ketua RW 06 Kelurahan Mangga Dua Utara mengatakan dirinya bersma warga akan menggugat Sertifikat No 01/Mangga Dua Utara ke pengadilan, bahkan dirinya optimis memenangkan status tanah tersebu karena diatas air laut yang suda tentunya tidak prosedural, tutupnya.(M.S/Red.

Facebook Comments

Komentar

News Feed