oleh

Museum Mandiri : Wisata Menapak Sejarah Dan Menatap Masa Depan

Jakarta, NewsKabarIndonesia.Com – Bagi kalangan pengamat arsitektur, Museum Mandiri yang terletak di Kawan Kota Tua Jakarta Barat yang merupakan gedung warisan kolonial ini tergolong sebagai karya masterpiece. Arsitekturnya cenderung sederhana namun memiliki nilai estetika yang tinggi baik dari desain detail hingga ragam hiasnya.

Bangunan beraksitektur Indisch dengan gaya Nieuw Zakelij ini didirikan diatas tanah seluas satu hektar lebih dalam satu taman yang luas menyatu dengan Stasiun Kereta Api Jakarta Kota atau sering Stasiun BEOS diseberangnya dengan pandangan taman hijau terbuka dan luas ; gedung Factorij NHM kala itu namanya terlihat sangat megah dan monumental.

Menurut Humas Museum Mandiri, Harun dalam kesempatan wawancara dengan Reporter NewsKabarIndonesia pada Kamis ( 14/3 ) menjelaskan bahwa gedung Museum Mandiri mulanya adalah gedung Bank Exim dan setelah merger menjadi Bank Mandiri pada pasca tahun 1998, gedung ini menjadi Museum Mandiri karena mempunyai latar belakang sejarah yang bernilai tinggi dan merupakan bangunan cagar budaya.

” Intinya sebagai destinasi wisata untuk menapak sejarah dan menatap masa depan, Museum Mandiri dikembangkan sebagai wahana atau destinasi wisata yang dikembangkan untuk masyarakat umum yaitu pengunjung untuk belajar dan juga untuk penelitian dan dibuka setiap hari kecuali hari Senin.

Salah satu bagian yang menarik dari gedung yang bersejarah yang masuk dalam pelestarian cagar budaya di kawasan Old Batavia ini ialah kaca patri yang menggambarkan adanya empat musim dan tokoh nahkhoda kapal Belanda, Cornelis de Houtman yang mendarat di Banten tahun 1596. Kaca Patri tersebut disumbang oleh Presiden NWH ke – 10 CJ. Karl van Aslst atas nama Ratu Kerajaan Belanda, terangnya ”

Keunikan lain gedung ini antara lain mempunyai koridor yang total panjangnya 1.5 Km; selain itu ruangan khasanah ( kluis ) yang terdapat dilantai dasar ( basement, Red ) memiliki luas yang mencapai 924 m persegi.

Sampai sekarang gedung ini masih memiliki nilai arsitektur dan sejarah yang tinggi sehingga Bank Mandiri kemudian menjadikan sebagai museum guna melestarikan peninggalan bersejarah serta mempublikasikan sejarah perkembangan Bank Mandiri itu sendiri. ( Sumber : Museum Mandiri/hen/ich )

Facebook Comments

Komentar

News Feed