oleh

Terang Penggunaan Sisa Pasir Reklamasi Dugaan Hasil Proyek Reklamasi Fase II

BELAWANnewskabarindonesia.com: Terkait berita dengan judul “Lapor Pak Menteri !! Diduga PT Pelindo I (Persero), Perguna Sisa Pasir Reklamasi Fase II untuk Proyek.

Menarik memang, awak media ini mencoba telusuri penggunaan sisa pasir dugaan hasil proyek Reklamasi Fase II konon khabarnya kuat dugaan untuk kepentingan proyek.

Menurut tokoh masyarakat nelayan Belawan Khairuddin Nasution menyampaikan kepada awak media, kenapa saat pelaksanaan pengangkutan pasir itu di lakukan di malam hari dan sampai pasir tersebut sangat merepotkan sekali bagi masyarakat.

Sangat menarik kenapa, pengangkutan sisa pasir Reklamasi tersebut tidak di lakukan pada siang hari, karena mereka tidak berani dan hampir setiap malam pekerjaan pengangkutan pasir reklamasi tersebut di lakukan.

Khairuddin bertanya, lahan siapa yang di pakai PT. Pelindo I untuk menempat kan sisa pasir reklamasi dan lahan siapa yang di pakai Pelindo seluas 3 meter x 10 Hektar dengan ketebalan sisa pasir reklamasi yang di timbun mencapai 30 Hektar(red-penimbunan pasir dusun paoh Desa Hamparan Perak).

Khairuddin mendapat informasi bahwa pasir reklamasi itu berlebih. Karena di dalam izin aquari tentang  pengerukan pasir di laut 1000 x 3000 yang dikerjakan bukan 1000 x 3000 tapi yang di libas mencapai 3000 x 7000.

Dan kita mendapat angin syurga bahwa PT. Pelindo mendapat sisa pasir reklamasi yang berlebihan, Kenapa berlebihan, karena itu kita duga kan sebagai unsur sengaja.

Berarti disini ada unsur rekayasa bukan kesengajaan, rekayasa dulu baru kesengajaan.

Kalau sudah timbul rekayasa maka timbul lah ke sengajaan untuk bobol kan dana BUMN dari anggaran.

“Kalau sekira nya di dalam anggaran, izin aquari pengerukan di laut yang mencapai 1000 x 3000 maka ambil lah dengan sesuai 1000 x 3000 jangan mengambil yang berlebihan sehingga sampai di darat katanya pasir reklamasi itu berlebihan.”ujar khairuddin .

Lain lagi, sisa pasir reklamasi yang di gelap kan juga ada yang di gelap kan melalui dengan menyebrang, ini jelas kan dana BUMN yang diolah, kata Khairuddin alias Kadin kembali.

Penasaran kenapa sisa pasir bisa ber lebih jawab nya dengan singkat kepada wartawan, karena itu sebagai unsur ke sengajaan. Kalau ada ke kurangan pasir ya wajar-wajar aja dan mohon kepada yang punya izin Amdal, nah Amdal nya sudah sampai di mana kita pun tidak tau.

Mengenai izin AMDAL ini harus ada di tiap-tiap proyek dan proyek harus ada izin Amdal nya sehingga tidak ada proyek yang ilegal.

Menurutnya jika PT. Pelindo 1 (Persero) konsekuen dengan mengikuti peraturan Undang-Undang dari pemerintah, jelaskan kepada publik tentang pengerokan akuari ini dan sampai berapa kedalaman nya, berapa panjangnya dan berapa lebarnya itu harus jelas di sampaikan ke publik.

Jika PT. Pelindo 1 merasa ke kurangan dengan pasir, maka PT. Pelindo 1 dapat memohon izin lagi dengan melalui prosedur yang baik.

“Jadi jika pemerintah ke bobolan siapa yang akan bertanggung jawab” sebutnya selaku tokoh masyarakat nelayan .

Kita heran dan curiga, kenapa pasir di ruang PT.Pelindo ini di bawa keluar jika memang Pelindo membeli tanah nya mana tanda bukti Pelindo membeli tanahnya.

Walau pun ada unsur sengaja, pemerintah pasti tidak akan mengeluarkan izin sehingga pihak BUMN ini ke bobolan. Ini kan Karna ada PT yang minta dan jika tidak ada hadirnya PT permintaan ini maka anggaran tidak akan keluar.

Pekerjaan proyek reklamasi ini mulai dari laut sampai ke darat kita turut serta mengamankan seperti mencari pasir di laut dan ikut melakukan pengukuran pasir di laut itu kita yang mengamankan nya dan kita memiliki bukti nya, tegas Khairuddin .

Mengapa, setelah kita selesai kan pekerjaan dari sisi dari laut ke daratan sehingga menjadi Reklamasi yang sederhana ini saya langsung di buang.

“Terhadap pekerjaan proyek reklamasi ini mulai dari laut ke darat siapa yang mengamankannya, kita yang mengamankan. tegasnya lagi.

Tokoh nelayan ini menyebutkan tindak pinada tentu pasti ada karna ini pakai uang negara. Karna pasir sisa reklamasi ini jelas di jadi kan sebagai alat pribadi.

Contonya, seperti kita memohon proposal tapi membuat secara pribadi dan mengambil dana BUMN ini tindak pidana urusan nya nanti dengan KPK dan kegiatan seperti proyek ber kelompok-kelompok urusan nya dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Dengan kita berita kan ini ke media supaya publik dapat mengerti dan dapat menilainya, sisa pasir reklamasi ini di sengaja kan untuk kepentingan pribadi. Karena urusan dana BUMN adalah dana rakyat urusannya KPK juga”.

Marilah kita hitung dengan jelas, izin aquari ini 1000 × 3000 itu kita yang kontrol jadi siapa nelayan yang mendapat musibah terkena dengan ada nya pengerukan maka kita beri kan ganti rugi, tapi banyak juga yang belum di selesai kan dan kita ada buktinya, sebut Tokoh Nelayan .

Seperti Kapal HAM 310 dari belanda yang di kontrak, kita bekerja terus untuk membantu nelayan. Tapi setelah kita bantu nelayan, kenapa PELINDO yang ke bobolan.

Disampaing itu Putro menyampaikan kepada awak media, jumlah pasir yang di butuhkan itu dengan jumlah yang besar ternyata ke gunaan pasir itu sendiri tidak terlampau besar sehingga melebihi kubik pasir yang banyak.

Jadi sisa pasir itu di tumpuk menjadi dua tempat / dua lokasi pertama di pantai anjing ke dua di simpang Gabion jalan pelabuhan raya kelurahan bagan deli kecamatan medan belawan.

Tujuan di ketahui sisa pasir reklamasi itu ternyata untuk kepentingan pelabuhan belawan.

Dalam pengembangan pelabuhan belawan itu di butuh kan pasir timbun dan tanah timbun dengan jumlah yang besar. Sehingga PELINDO menggunakan pasir timbun yang berasal dari hasil reklamasi fase II.

“Secara tidak langsung PELINDO menjual pasir tersebut kepada pemenang tender. Dengan salah satu contoh, ini ada satu proyek pekerjaan yang membutuhkan pasir timbun jelas si pemenang proyek mencari bahan untuk ini dan tidak ada, maka pasir reklamasi ini lah yang di gunakan untuk di jual oleh oknum pegawai PELINDO sama pemenang tendernya.”katanya.

Terpisah akan hal itu, Eriansyah Humas PT Pelindo I (Persero) mengatakan bahwa dirinya masih dalam acara kerja.”Sory baru selesai acara nih” katanya via WhatsApp .

(Rikcy)

Facebook Comments

Komentar

News Feed