oleh

Tubaba Adalah Masa Depan

News kabar indonesia.com Tulang Bawang Barat : Pidato Bupati Tubaba Umar Ahmad SP pada Pembukaan Sharing Time Megalithic Mellenium Art di Kota Budaya Uluan Nughik kelurahan Panaragan Jaya patut untuk di simak.Rabu 22/01/2020

-Pada pembukaan shareng time Megalithic Melenium Art ini kita berada di Kota Budaya Uluan Nughik, mengapa di buka disini karena Uluan Nughik mempunyai arti, Uluan yg berarti Awal dan Nughik berarti kehidupan jdi mempunyai arti Awal Kehidupan.

Kami dan Suprapto Suryadarmo ingin merespon misi besar yang di miliki tubaba, oleh karenanya beliau mengajak seluruh ilmuan, seluruh seniman, seluruh budayawan yang berasal seluruh dunia khusus yg tergabung dalam kelompok joget Amerta untuk hadir ditubaba dalam merespon keinginan kesemua menjadikan Tubaba khusus kota Uluan Nughik ini sebagai kota budaya yg berbasis Ekologi.

Dalam rangka memperkuat itu semua, kita sudah menyusun langkah strategi yang pertama, mungkin ini agak menyentuh wilayah mitologi yang filosofis bahwa di tempat ini telah lahir sosok mahluk yang secara khusus kami sepakati dengan nama Bunian, sosok makhluk yang nantinya akan menjaga pepohonan,menjaga sumber2 air dan Tutur2 ini nanti akan menjadi skema pembelajaran pada sekolah2 dasar dan menengah pertama yg ada di tubaba

Mengapa lahir Bunian di tempat ini karena sama2 kita tau bahwa konsep2 mitologi orang Lampung tidak mengenal konsep Pandawa tapi mengenal konsep Kurawa jadi orang Lampung mengajarkan kebaikan dengan banyak dg menyebut hal2 dalam tanda kutip Buruk.

misalnya contoh orang Pagar dewa menyebut Duguk, Orang Panaragan ada kures, Orang Penumangan ada Cut bacut, orang Karta ada Cebuk, semua mahluk yang menggambarkan keburukan sifat rakus,sifat tamak dsb, lalu apa sebutan orang Lampung yg berbuat kebaikan, ternyata tidak ada, mengapa? karena orang Lampung tidak ingin untuk suatu kebaikan disebut, karena kebaikan tidak perlu untuk di agungkan, kebaikan adalah kewajiban.

Namun dimasa sekarang rasanya penting bahwa kebaikan dalam tanda kutip ini perlu kita sebarluaskan Orang lain khususnya di daerah kita cintai ini

Untuk masyarakat Tubaba mohon doa dan dukungannya agar sharing time ini mudah mudahan bisa menghasilkan pemikiran yang berguna untuk Tubaba dan khusus untuk tanah yg kita cintai.

Menutup pidatonya Umar Ahmad sangat berterima kasih pada para penyaji baik dari dalam maupun dari mancanegara yang telah bertubaba selam satu Minggu terakhir ini.

Akhirnya penulis berharap pada para pembaca dapat memahami apa yg telah di perbuat oleh putra terbaik Tubaba Umar Ahmad demi kemajuan Tubaba yang kita cintai, Brovo buat bapak Bupati.
“Membangun manusia lewat jalan kebudayaan.
Tubaba adalah masa depan,masa depan adalah Tubaba”.(Sayuti/Red).

Facebook Comments

Komentar

News Feed