oleh

Keamanan Pelabuhan Internasional Diragukan, Direksi PT. Pelindo I (Persero) Diduga Tidak Pernah Menerapkan System ISO dan OHSAS 

-Berita-618 views

Medan Belawan – newskabarindonesia.com: Keamanan Pelabuhan Internasional Diragukan, Direksi PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) diduga tidak pernah menerapkan ISO (International Organization for Standarization) dan OHSAS (Occupational Health and Safety Assessment Series). Kamis (28/5)

“Terbukti mencuatnya kasus diduga antara Pelindo I dengan PT. Sentral Daya Madan melanggar UU Ketenagakerjaan Pasal 59 ayat (3) jo ayat (4) berbunyi Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) hanya boleh dilakukan paling lama 2 (dua) tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 (satu) kali untuk jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun jo Pasal 63 ayat (1) bahwa Pengusaha wajib membuat surat pengangkatan bagi pekerja/buruh yang bersangkutan terkait tenaga kerja jasa pengamanan (Satpam) di Grha Pelindo I Jl. Lingkar Pelabuhan No. I Belawan kepada PT. Sentral Daya Madani hingga 4 (empat) tahun.

Informasi awak media telah melaksanakan acara sosialisasi Gan Assessment implem entasi ISO 9001 dan ISO 14001 dikantor Pelabuhan Pekanbaru.

“Sehubungan dengan telah berakhirnya sertifikat ISO 9001 dan 14001 disemua cabang – cabang pelabuhan, pensertifikasian akan dilakukan secara sentral dari kantor pusat. Pemberian sertifikat ISO 9001 dan 14001 akan diberikan kepada PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero) dengan ruang lingkup seluruh cabang pelabuhan. Untuk itu perlunya penyusunan dokumen dan data untuk memperoleh data dan dokumen yang centralized, sehingga diperlukan Gab Assessment implementasi ISO 9001 dan 14001 yang dilakukan oleh kantor pusat ke cabang – cabang pelabuhan pada tanggal 19 Februari 2020 kemarin”.

Ketika awak media minta tanggapan Ketum DPP LSM CIFOR, Robby Haris melalui Sekjennya Ismail Alex, MI Perangin – Angin mengatakan persoalan ini sudah menyikapi serius dan dalam waktu dekat akan ditindaklanjuti ke instansi – instansi terkait hingga sampai kepada Menteri BUMN, namun saat ini Tim Investigasi dan Monitoring LSM CIFOR sedang mentelaah temuan data dan informasi yang diterima apakah pihak manajemen Pelindo I (Persero) dalam melakukan proses lelang pekerjaan jasa pengamanan (Satpam) di Grha Pelindo I Jl. Lingkar Pelabuhan No. I Belawan kepada PT. Sentral Daya Madani telah memenuhi unsur kuat terjadi pelanggaran Surat Edaran Menteri BUMN Nomor : SE-2/MBU/07/2019 tentang pengelolaan BUMN yang bersih melalui implementasi pencegahan KKN dan penangan benturan kepentingan serta penguatan pengawas intern dan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pembatasan Tindak Pidana Korupsi.

“Untuk membuktikan pelanggaran Tim Investigasi dan Monitoring LSM CIFOR terlebih dahulu akan mendesak Pengawasan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Utara dan Pengawasan Dinas Tenaga Kerja Kota Medan melakukan penyidikan ke manajemen Pelindo I dan PT. Sentral Daya Madani sesuai Permenaker No 33 Tahun 2016 tentang pengawasan ketenagakerjaan UU Nomor 13 Tahun 2013 Tentang Ketenagakerjaan. Katanya Alex Sekjen LMS Cifor

Masih alex menjelaskan, apa itu Sertifikat ISO ….? International Organization for Standardization, atau lebih dikenal ISO adalah salah satu standar internasional dalam sebuat sistem menajemen untuk pengukuran muta organisasi. Pimpinan Pelindo I memegang peranan penting dalam mengukur bagaimana kredibilitas perusahaan Pelindo I yang ingin bersaing secara global dan juga adalah salah satu cara untuk meningkatkan sistem manajemen mutunya dan untuk memenangkan kompetisi pasar. Hal itu seharusnya Pimpinan Pelindo I mengetahui karena disebabkan adanya jaminan kualitas dan produk atau jasa yang ditawarkan, serta kepercayaan penguna jasa pelabuhan nasionail maupun internasional.

“Mengapa sertifikat ISO itu penting oleh Pelindo I ….? Dilansir dari OSS Certification, berikut ini adalah beberapa manfaat yang dapat diperoleh sebuah perusahaan dengan adanya sertifikat ISO sebagai standar perusahaan Pelindo I tersebut dan dijelaskan diantaranya (1). Meningkatkan kredibilitas perusahaan dan kepercayaan pelanggan, (2). Jaminan atas kualitas dengan standar internasional, (3). Menghemat biaya, (4). Mengoptimalkan kinerja karyawan, (5). Meningkatkan image perusahaan”.

Apa tanggapan saat ini pihak Pelindo I sedang mengurus perpanjangan ISO 9001 dan ISO 14001 dan keamanan pelabuhan internasional diragukan, Direksi PT. Pelindo I (Persero) diduga tidak pernah menerapkan system ISO dan OHSAS ….? Pernah melihat suatu perusahaan yang telah tersertifikasi ISO dan OHSAS (integrated manegement system), namun alikasi lapangan masih berantakan …? itu adalah salah satu ciri bahwa spirit organisasi dalam menerapkan standar tersebut hanya untuk tujuan marketing.

“Selain itu juga, semua fungsi atau depertemen hanya sibuk saat akan ada audit saja”.

Walaupun Pelindo I sudah mendapatkan sertifikat ISO 9001 dan ISO 14001 atau sertifikat ISO lain, bisa kah dicabut ….?

“Sangat mungkin terjadi sertifikat ISO dan ISO 14001 dan OHSAS bisa dibatalkan usulan perpanjangan ISO atau/ bisa dicabut apabila sudah keluar, hal ini dilakukan apabila manajemen Pelindo I dalam kegiatan audit banyak terdapat temuan – temuan yang major. Namun sebelum mencabut biasanya badan sertifikasi akan memberikan waktu kepada organisasi tersebut untuk melakukan perbaikan terhadap temuan yang bersifat major. Apabila dalam rentang waktu yang diberikan organisasi tersebut tidak dapat melakukan perbaikan maka badan sertifikasi dapat mencabut status sertifikasi organisasi tersebut.” kata Sekjen Cifor Alex

(Rikcy)

Facebook Comments

Komentar

News Feed