oleh

Diduga Proyek Penimbunan Pelindo 1 Mengancam Banjir ROB : LSM CIFOR Sikapi Keluhan Warga Belawan

-Berita-358 views

Medan Belawan – newskabarindonesia.com: Diduga proyek penimbunanyang  dilaksanakan oleh PT. Pelabuhan Indonesia 1 (Persero) mengancam banjir rob di daerah Kelurahan Belawan 1 maka Sekjen DPP LSM Corruption Indonesia Funtionary Observation Reign disingkat CIFOR, Ismail Alex MI Perangin-Angin mengatakan akan menerima informasi dari tim “Investigasi dan Monotoring” LSM CIFOR terkait adanya keluhan warga Belawan.

Selain itu juga, lokasi yang ditimbun oleh Pelindo 1 yang berhubungan langsung dengan areal alur lintas sandar kapal ke dermaga dan kemudian berhubungan dengan sisi alur lintas kapal yang lanjut ke daerah lampu 1.

Namun, LSM CIFOR belum dapat memberikan tangapan mengenai informasi Proyek penimbunan yang dikerjakan  di samping kantor Cabang Pelindo 1 Belawan tersebut yang dikerjakan sekarang dikhawatirkan akan memperparah banjir pasang laut ( banjir rob) di wilayah Kecamatan Medan Belawan.

“Lanjut informasinya, katanya menambah tingginya air laut saat pasang rob dan sebelumnya”.

Pasang rob rendam ribuan rumah masyarakat Belawan sekitarnya hingga ke Kelurahan Labuhan Deli dan Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan yang disebabkan maraknya penimbunan di wilayah resapan air, paluh, dan penimbunan laut yang di jadikan daratan. Katanya.

“Wajar saja adanya saran/kritikkan terhadap manajemen Pelindo 1”.

Disini, Tim Investigasi dan Monitoring LSM CIFOR harus melakukan check en ricek dan minta pendapat dari fakar ahli bidang pengamat penataan ruang dan pengembangan.

Dari hasil studi ilmiah terkait proyek penimbunan Pelindo 1 terlebih dahulu sebelum menindak lanjuti sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Katanya.

“Sebenarnya, banyak manfaat yang bisa didapatkan dari proyek penimbunan Pelindo 1 atau bisa dikatanya reklamasi yaitu manfaatnya bisa dilihat dari tiga aspek, yakni ekonomi, lingkungan dan sosial budaya”.

Dijelaskan Ismail Alex, manfaat reklamasi dari aspek ekonomi, misalnya untuk pemukiman, perindustrian, bisnis, pertokoan dan juga pengembangan Pelindo 1 dan aspek lingkungan saat ini, perlu dilakukan pencegahan dampak meluas akibat reklamasi.

Dan Ini sangat diperlukan, karena campur tangan manusia terhadap alam akan berimbas kepada ekosistem yang ada di laut sebelumnya.Tutur Alex.

Namun, reklamasi juga dapat memberikan dampak positif bagi satwa liar dan bisa mengantisipasi perubahan iklim serta habitat dan aspek sosial budaya.

“Bisa disimpulkan, Manfaat terakhir yang bisa dihasilkan dari reklamasi adalah yang berkaitan dengan aspek sosial dan budaya”.

Dalam aspek ini, reklamasi dapat mengurangi kepadatan yang menumpuk di kota dan menciptakan wilayah yang bebas dari penggusuran karena berada di wilayah yang sudah disediakan oleh pemerintah dan pengembang. Kata Ismail Alex.

Menurutnya, Pelindo 1 dalam melakukan penimbunan pinggir laut atau pembangunan reklamasi untuk dalam pengembangan pelabuhan Belawan harus jelas dan konsisten.

Karena reklamasi dapat direkomendasikan sebagai salah satu alternatif pembangunan, khususnya untuk mencari ruang yang sesuai dan layak. Jadi, penimbunan pinggir laut atau reklamasi pantai bukanlah proyek yang “terlarang atau haram,” cetusnya Ismail Alex.

Masih Alex, Yang pasti, proyek penimbunan pinggir laut atau pembangunan reklamasi untuk dalam pengembangan pelabuhan Belawan harus dilakukan secara hati-hati dan berdasar pada pedoman yang ada dengan melibatkan seluruh pihak baik dari pemerintah, swasta, aktivis maupun masyarakat.

Sambungnya, Reklamasi haruslah menerapkan prinsip -prinsip pembangunan yang berkelanjutan dengan memperhatikan aspek sosial, ekonomi, lingkungan dan orientasi pada jangka panjang. Tandasnya Alex CIFOR. Rabu (14/10/2020).

(Rikcy)

Facebook Comments

Komentar

News Feed