oleh

Kejaksaan Negeri Belawan Bersama Tim Berhasil Menangkap DPO Boy Mf Tampubolon SE

Medan Belawan – newskabarindonesia.com: Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI dan Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara serta Kasi intelijen kejari Belawan berhasil menangkap DPO an. Boy Mf Tampubolon, SE., perkara tindak Pidana Korupsi. Kamis (22/10/2020) pukul 13.30 Wib, Kemarin.

Kasi Intelijen Kejari Belawan T Hendra Gunawan SH.,MH saat dikonfirmasi awak media newskabarindonesia.com, membenarkan penangkapan tersebut.

Disini, Tim Intelijen Kejaksaan Agung RI dan Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara serta Kasi intelijen kejari Belawan telah berhasil mengamankan terpidana DPO Kejaksaan Negeri Belawan yang di pimpin langsung Bapak Asintel Kejati Sumut (Dwi Setyo Budi Utomo, SH.,MH), beserta tim. Sebutnya.

Diketahui identitas terpidana korupsi tersebut bernama Boy Mf Tampubolon, SE (42) warga Jl. Sejati No.5 Sidorame Barat I Kec.Medan Perjuangan Kota Medan.

“Kemudian, Tim berhasil menangkap Boy Mf Tampubolon (42) di Jl. Lipat Kajang Atas Kampung Siatas Kec. Simpang Kanan Kab. Aceh Singkil, Sekitar pukul 13.30 wib,” ujarnya Kasi Intelijen Kejari Belawan.

Terkait dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam kegiatan pengadaan sarana dan alat penangkap ikan pada Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan TA 2014 di Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan, dengan kerugian negara sebesar Rp. 492.781.650 (empat ratus sembilan puluh dua juta tujuh ratus delapan puluh satu ribu enam ratus lima puluh rupiah).

“Bahwa terpidana Boy Mf Tampubolon, SE terbukti secara sah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama – sama”. Paparnya Kasi Intel Kejari Belawan.

Perkara ini telah berkekuatan hukum tetap berdasarkan Putusan Makamah Agung RI Nomor 417.K/PID.SUS/2017 tanggal 06 September 2017, yakni :

– Menetapkan bahwa terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama sama.

– Menjatuhkan pidana kepada terpidana dengan pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan denda sejumlah Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 6 (enam) bulan.

– Menjatuhkan pidana tambahan kepada terpidana untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp. 492.781.650 (empat ratus sembilan puluh dua juta tujuh ratus delapan puluh satu ribu enam ratus lima puluh rupiah).

“Saat proses penangkapan tersebut berjalan dengan aman dan lancar,” tutupnya Kasi Intelijen Kejari Belawan, T Hendra Gunawan SH.,MH.

(Rikcy/tim)

Facebook Comments

Komentar

News Feed