oleh

Drs H. Maslin Pulungan, MM dan Fery Andhika Dalimunthe, “Pentingnya Legitimasi Kepemimpinan”

Labusel – newskabarindonesia.com: Drs. H. Maslin Pulungan MM – Fery Andhika Dalimunthe, Skom, MM yang disingkat “MARI” sebagai calon bupati dan wakil bupati Labuhanbatu Selatan dengan nomor urut 5 kunjungi Masyarakat di Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan – Sumatera Utara berjalan dengan baik.

Pasangan calon Bupati Labuhanbatu Selatan disingkat “MARI” dengan no urut 5 (lima) datang langsung menerima aspirasi masyarakat yang resah dengan adanya jembatan Ambruk dan akses jalan yang rusak.

Kini, calon bupati dan wakil bupati Labusel Drs. H. Maslin Pulungan MM – Fery Andhika Dalimunthe, Skom, MM telah menerima aspirasi masyarakat tentang adanya jembatan yang Ambruk sebagai penghubung ke Desa Hutagodang dengan Desa Sampean di ruas Jalan Besar Hutagodang Dusun Sampuran Nounong, Desa Hutagodang, Kecamatan Sungaikanan, Kab. Labusel – Sumut.

“Sementara itu akses jalan warga dari Desa Hutagodang menuju Desa Sampean dan juga desa lainnya menjadi terhambat”. Ucap warga.

Seterusnya, ruas badan jalan di Desa Aek Goti Labusel untuk menuju permbatasan Desa Kampung Dalam Kec. Bilah Hulu kini kondisinya makin rusak parah sehingga akses jalan menjadi sulit untuk dilalui berbagai jenis kenderaan.

Ditambah lagi, ada beberapa Jalan di Simpang tiga tugu Cikampak menuju wilayah perusahaan terlihat dengan  kondisi sangat memprihatinkan.

“Kemudian , Drs. H. Maslin Pulungan MM – Fery Andhika Dalimunthe, Skom, MM calon Bupati dan wakil bupati Labuhanbatu Selatan no urut 5 langsung kunjungi masyarakat di beberapa tempat diantaranya warga di Kampung Rakyat, warga Sei Kanan, warga Sukarame Silangkitang dan warga Desa Si Sumut berada di Kecamatan Kota Pinang”.

Melalui curhatan sejumlah tokoh di Kampung Rakyat dan Sei Kanan, Sukarame Silangkitang dan Desa Si Sumut Kecamatan Kota Pinang menyampaikan hal ini kepada calon Bupati Labusel  Drs. H. Maslin Pulungan MM bersama Fery Andhika Dalimunthe, Skom, MM sambangi di rumah Tim Sukses dan rumah relawan “MARI” serta para simpatisan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara. Kamis (19/11/2020) malam.

Zen Ritonga sebagai tokoh mewakili warga dengan menceritakan di Labuhanbatu Selatan ini ada banyak akses jalan yang rusak dan ambruk nya jembatan penghubung membuat ekonomi masyarakat antar desa ke desa yang lain menjadi terhambat.

“Ia berharap dengan hadirnya Drs. H. Maslin Pulungan MM bersama Fery Andhika Dalimunthe, Skom, MM di tengah – tengah masyarakat dapat memberikan solusi terbaik kedepannya,” kata Zen Ritonga.

Sebelumnya, permasalahan telah disampaikan ke Bupati Labusel H. Wildan Tanjung – H. Khoil Harahap. Berhubung informasi tidak puas warga terima dari Pemkad Labusel melalui Kepala Pelaksana BPBD Labusel, Khairil menjelaskan ambruknya jembatan tersebut pihak kecamatan, Dinas PUPR, dan tim BPBD telah meninjau lokasi.

Dalam waktu dekat, kata ia, akan diupayakan pembangunan jembatan darurat terlebih dahulu sehingga akses jalan warga tidak menjadi terkendala. Kalau langsung membangun kontruksi sepertinya belum bisa, karena Pemkab Labusel fokus pada penanganan Covid-19 dahulu.

“Sementara itu, harapan masyarakat melalui calon Bupati dan wakil Bupati  Labusel  Drs. H. Maslin Pulungan MM bersama masyarakat tidak tebang pilih dalam memberikan bantuan sekaligus menata akses jalan di seluruh desa – desa juga dapat membangun jembatan yang amrok untuk penghubung ke desa,” kata tokoh masyarakat Mbah Sawon menambahkan.

Disambut juga, tokoh masyarakat pak Yudianto mengatakan, Drs. H. Maslin Pulungan MM insya allah mampu meningkatkan lapangan pekerjaan dan pembangunan serta dapat memberi beasiswa bagi pelajar yang berprestasi.

Menjawab keluhan warga tersebut, Drs. H. Maslin Pulungan MM menyampaikan pentingnya legitimasi kepemimpinan. Seorang pemimpin kata Drs. H. Maslin Pulungan MM tak boleh buang badan ketika ada persoalan. “Harus ada kekuatan dan komunikator eksekutor. Pemimpin harus bisa berdialog dengan pusat dan kabupaten/kota lainnya,” kata Drs. H. Maslin Pulungan MM.

Untuk itu, strategi pembangunan ekonomi mengembangkan lapangan kerja bagi penduduk dan tujuan perencanaan pembangunan ekonomi dan pengerjaan lebih memberikan kesempatan kerja untuk penduduk Labusel ketimbang menarik para pekerja baru diluar Labusel. Kata Drs. H. Maslin Pulungan MM.

“Mencapai stabilitas ekonomi daerah dan pembangunan ekonomi akan sukses jika mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha seperti menyalurkan bantuan CSR (Corporate Sosial dan Responsibility) langsung kepada masyarakat yang membutuhkan dan infrastruktur yang merata,” ucapnya Drs. H. Maslin Pulungan MM.

Sambungnya, Kita akan berkolaborasi dengan kelompok masyarakat, komunitas, perusahaan menghapus jual beli jabatan, reformasi birokrasi dan memperhatikan penyederhaan regulasi guna mengundang daya tarik para investor lokal maupun manca negara dengan begitu pasti bertambah lagi berdirinya perusahaan di daerah Labusel. Insya Allah ada jalan selagi kita punya kemauan dan berkolaborasi. Katanya Drs. H. Maslin Pulungan MM.

Pendiri & Konseptor MARI JITU, Ismail Alex, MI Perangin-Angin (Sekjen DPP LSM Corruption Indonesia Funtionary Observation Reign “CIFOR”) menjelaskan dengan singkat, Strategi pembangunan ekonomi daerah Labusel dapat di kelompokkan menjadi 4 (empat) kelompok besar.

“Yaitu : (1) strategi pembangunan fisik/lokalitas (Locality or Physical Development Strategy), (2) strategi pengembangan dunia usaha (Business Development Strategy), (3) Srategi Pengembangan Sumberdaya Manusia (Human Resource Development Strategy), dan (4) Strategi Pengembangan Masyarakat (Community-based Development Strategy),” ucapnya Ismail Alex.

(Rikcy)

Facebook Comments

Komentar

News Feed