oleh

Sat Narkoba Polres Labuhanbatu Ungkap Peredaran Narkoba Jenis Sabu

personil Sat Narkoba dipimpin Kasat AKP Martualesi Sitepu,SH.,MH,Kanit 2 IPDA Tito Alhafezt,STRK.,MH dan Tim berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba di daerah Sei Berombang Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, selasa(25/11/2020) sekira pukul 06,00 wib

Kecamatan Panai Hilir menjadi skala prioritas kedua setelah Kabupaten Labusel dalam pemberantasan tindak pidana narkoba oleh Sat Narkoba Polres Labuhanbatu dan untuk daerah Sei Berombang sudah ke 4 (empat) kalinya berhasil dilakukan grebek kampung narkoba

Kasat menerangkan ,Adapun tersangka yang berhasil diamankan 4 (empat) Orang berinisial yang diawali penangkapan tsk JMU ,als Jeni ,Pr ( 26) dengan barang bukti 1 (satu) bungkus plastik klip diduga berisi sabu 0,43 Gr,1(satu) buah sekop terbuat dari pipet,4 (empat) buah plastik klip kosong,1 (satu) buah toples dari pengkapan Jeni dikembangkan ke JN , als Ida,Pr,(46 ) barang bukti 1 Plastik klip berisi kristal diduga sabu 0,21 Gr,30 Plastik klip kosong,1 buah sekop pipet,1 buah panci aluminium tempat menyimpan sabu,1 buah buku tulis catatan transaksi sabu,1 unit timbangan elektrik,1 unit hp nokia,2 buah bong.

Dari penangkapan Ida berkembang ke tsk MS ,als Sukur, LK,( 40) dengan barang bukti 1 bungkus plastik klip berisi diduga sabu 0,28 Gr,1 buah kotak rokok,1 buah buku catatan tranasaksi narkotika,selanjutnya dari Sukur dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap AYS als Dian,LK,(32) berhasil ditangkap dalam rumahnya saat tidur dengan barang bukti 1 unit HP Samsung dan 1 buah plastik klip kosong.

Dilanjut
Adapun ke 4 tersangka adalah warga Sei Berombang yang dua orang yaitu bernama Sukur dan Diaj adalah residivis kasus yang sama pernah divonis 5 dan 1,5 tahun.

Saat di intrograsi Sukur mengaku mampu menjual 10 Gram sabu setiap dua hari dengan keuntungan 1,5 jt sementara Dian mengaku dalam sepekan 50 gram dengan keuntungan 2,5 jt

Untuk saat ini masih dilakukan pemeriksaan yang intensif terhadap Dian untuk dapat dikembangkan seterusnya.

Para tsk dijerat dengan pasal 114 Sub 112 UU RI NO.35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Tandas kasat

Facebook Comments

Komentar

News Feed