oleh

Anak Adalah Masa Depan Penerus Bangsa 

Sidoarjo – newskabarindonesia.com: Anak merupakan masa depan penerus bangsa sehingga kita harus menyalurkan bakat dan kreatifitas anak lebih bisa terarah.

Seperti di Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya ini merupakan salah satu taman bacaan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya mengadakan kegiatan study tour bibit pendongeng ke salah satu stasiun radio berada di daerah Sidoarjo dan berkunjung di salah satu kampung seni yang berada di Pondok Mutiara Sidoarjo. Kamis (11/2/2021).

Sebelum mereka berangkat study tour di salah satu stasiun radio di Sidoarjo, di kampung seni Sidoarjo bibit pendongeng Kecamatan Dukuh Pakis mengadakan kompetisi untuk mendapatkan point terbanyak yang di lakukan petugas dongeng taman bacaan yang ada wilayah Dukuh Pakis Surabaya kepada bibit pendongeng kecamatan Dukuh Pakis Surabaya.

“Salah satu program tersebut di beri nama sahabat dongeng Dukuh Pakis”.

Dalam program sahabat dongeng, para petugas pendongeng taman bacaan Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya membina bibit pendongeng yang setiap bulannya ada kompetisi yang harus mereka ikuti.

Setelah kompetisi tuntas diikuti para bibit mendapatkan point yang akan di akumulasi di setiap sesinya. Ada tiga sesi yang akan dilakukan petugas pendongeng kepada bibit pendongeng Dukuh Pakis Surabaya.

Diataranya, sesi pertama dilakukan di bulan November 2020, sesi ke 2 di bulan Desember 2020 dan sesi ke 3 berada di bulan Januari 2021.

Kemudian, tiap sesi akan diambil dua bibit pendongeng yang terbanyak akan mendapatkan reward study tour ke salah satu radio yang ada di Sidoarjo dengan siaran radio serta mengenal alat yang di gunakan radio dan juga ke kampung seni Sidoarjo.

Yang dimana, pemenang lomba bibit pendongeng bisa belajar nyinden dan mengenal lukisan di kamung seni Sidoarjo”, jelas Harris Rizki yang biasa di panggil Kak Harris salah satu pendongeng nasional yang ikut membantu proses pemilihan bibit pendongeng yang berada di taman bacaan Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya.

Dalam kesempatan ini, Kak Haris juga menambahkan “dalam tiap sesinya yang dilakukan oleh petugas pendongeng wilayah Dukuh Pakis Surabaya kepada bibit pendongeng Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya petugas dapat melakukan pendekatan melalui whatsApp groub bibit pendongeng terlebih dahulu.

Melalui petugas yang ada di wilayah Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya. Petugas Pendongeng man baca masyarakat Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya baru membina bibit pendongeng tersebut dengan mengadakan kelas melalui zoom meeting.

Kemudian, para petugas pendongeng Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya akan memberikan materi zoom meeting kepada bibit pendongeng Dukuh Pakis Surabaya tentang teknik mendongeng, macam mendongeng dan tentang materi dongeng lainnya.

Setelah bibit pendongeng Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya mendapatkan materi tentang mendongeng petugas pendongeng taman bacaan yang berada di wilayah Dukuh Pakis Surabaya akan mengadakan lomba yang diikuti semua bibit pendongeng yang ada di wilayah Dukuh Pakis Surabaya.

Sehingga akan muncul dua pemenang dalam sahabat dongeng yang bernama “Vionna Agatha Nur Ainni” biasa di panggil Vionna dan kedua bernama Shafira Maharani dan biasa di panggil Rara.

Dalam mendongeng, Vionna mengungkapkan kendala yang dihadapinya saat mendongeng. Karena ia jarang suka membaca dan sering bosan dalam membaca bahkan petugas taman bacaan yang ada di wilayah Vionna tinggal di wilayah RW 1 Pradakalikendal Surabaya sangat membantu dan memotivasi Vionna dalam mengembangkan bakatnya.

Sehingga dalam belajar mendongeng, Vionna sendiri tidak merasa ada suatu kendala karena siswi kelas enam sekolah dasar swasta ini sudah terbiasa mendongeng di sekolah dan taman bacaan yang ada di wilayah Dukuh Pakis hingga tingkat Kota Surabaya.

Untuk pertama kali, cerita Vionna saat awal mendongeng adalah cerita tentang sahabat kecil.

Karena dalam cerita tersebut mengandung pesan yang mendalam. Karena kita harus saling berbagi dalam suka dan duka. Berbeda dengan Shafira Maharani yang biasa dipanggil Rara.

Bibit pendongeng dari wilayah RW tiga Dukuh Pakis ini dalam mendongeng belum ada sama sekali kesulitan yang di dapat dalam mendongeng.

Siswi kelas empat sekolah dasar swasta ini dalam mendongeng sama dengan Vionna sering melakukan mendongeng dalam kegiatan acara di sekolah, taman bacaan hingga tinggat Kota Surabaya.

Bahkan Rara menceritakan awal mula mendongeng di dalam perpustakaan sekolah, saat itu Rara disuruh mendongeng terus menerus bersama Kak Atik dan akhirnya di suruh untuk menjadi bibit pendongeng.

Dalam mengatasi masalah bibit pendongeng, petugas pendongeng Kecamatan Dukuh pakis Surabaya harus pandai menjaga semangat dan kekompakan bibit pendongeng wilayah Dukuh Pakis Surabaya.

Karena di samping bibit pendongeng mengikuti kompetisi bibit pendongeng, bibit pendongeng mempunyai kesibukan dengan tugas daring serta kegiatan bimbingan belajar diluar pelajaran sekolah.

Itulah yang membuat petugas pendongeng wilayah Dukuh Pakis Surabaya harus bisa menjaga dan memotivasi semangat mereka. Agar tetap aktif untuk bisa mengikuti di setiap program kelas pendongeng.

Disamping kesibukan bibit pendongeng tersebut petugas pendongeng wilayah Dukuh Pakis sangat mengapresiasi bibit pendongeng yang bisa aktif dalam setiap kegiatan sahabat dongeng Dukuh Pakis Surabaya karena bisa menambah ilmu mendongeng.

Untuk peserta yang mengikuti kompetisi sahabat dongeng taman bacaan di Dukuh Pakis ada 21 peserta perwakilan di setiap taman bacaan yang berada di wilayah Dukuh Pakis Surabaya.

Yang sebelumnya akan dibina oleh petugas taman bacaan wilayah sendiri yang berada di taman baca masyarakat wilayah Dukuh Pakis Surabaya.

Dan selanjutnya akan ada pembinaan di tingkat Kecamatan Dukuh Pakis Surabaya oleh kakak pendongeng Kecamatan Dukuh Pakis.

Untuk kedepannya, petugas dongeng wilayah Dukuh Pakis Surabaya ingin mencetak anak-anak yang berprestasi khususnya dalam hal mendongeng dan bisa mencetak bibit-bibit pendongeng lagi untuk menemukan bakat terpendam mereka dalam mendongeng.

(Rikcy/tim)

Facebook Comments

Komentar

News Feed