oleh

Keputusan KPU Labuhanbatu Penetapan Pemenang Pilkada 2020, Tidak Menggugurkan Permohonan ASRI No Urut 3 di MK

Labuhanbatu – newskabarindonesia.com: Sejak KPU Kabupaten Labuhanbatu mengeluarkan Surat Keputusan (SK) KPU Labuhanbatu Nomor: 70/ PL 02/Kpt/1210/KPU-Kab/V/ 1210 Tentang Penetapan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu Tahun 2020 yang menetapkan sebagai Pemenang adalah Paslon Nomor 02 dr H Erik Adtrada Ritonga MKM – Hj Ellya Rosa Siregar MM sangat berpontensi kuat dijadikan objek hukum baru sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai data tambahan oleh Kuasa Hukum ASRI Nomor 3, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH, M.Sc dalam mengajukan Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota Tahun 2020, Nomor: 145/PAN.MK/AP3/04/2021 tanggal 29 April 2021.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Labuhanbatu melakukan Rapat Pleno Terbuka (RPT) Penetapan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu Tahun 2020. Hal ini sesuai Surat Undangan KPU Labuhanbatu Bernomor 69/ PL.03.6-Und/ 1210/ KPU-Kab/ V/ 2021 Perihal Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2020 yang ditandatangani oleh Ketua KPU Labuhanbatu Wahyudi Tertanggal 1 Mei 2021, sekitar pukul 14.30 WIB hingga selesai di Hotel Permata Land Rantauprapat. Kabupaten Labuhanbatu, Minggu, (02/05/2021).

Pihak KPU Kabupaten Labuhanbatu telah membacakan Surat Keputusan KPU Labuhanbatu Nomor: 70/ PL 02/Kpt/1210/KPU-Kab/V/ 1210 Tentang Penetapan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu Tahun 2020 yang menetapkan sebagai Pemenang adalah Paslon Nomor 02 dr H Erik Adtrada Ritonga MKM – Hj Ellya Rosa Siregar MM, diselah dalam acara sambutan pleno terjadi pihak Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu Nomor 3 H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT-Faisal Amri Siregar, ST menyatakan Walk Out dan menolak hasil Pleno Acara Rapat Pleno (RPT) Penetapan Pemenang Paslon 02 dr H Erik Adtrada Ritonga MKM – Hj Ellya Rosa Siregar MM.

Ketika awak media konfirmasi Fadli Amri Hasibuan bersama Syahdan Saibani Rambe alasan Walk Out dan menolak SK KPU Labuhanbatu Nomor: 70/ PL 02/Kpt/1210/KPU-Kab/V/ 1210 Tentang Penetapan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Tahun 2020.

Fadli Amri Hasibuan mengatakan, kami mewakili Paslon Nomor Urut 3 ASRI telah menyampaikan pandangan dari Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu Nomor 3 H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT-Faisal Amri Siregar, ST terhadap Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu Tahun 2020 yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 02 Mei 2021 di Hotel Permata Land Rantauprapat sebagai berikut.

Pertama: Berdasarkan PKPU Nomor 19 Tahun 2020 Tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan atau Wali kota dan Wakil Wali kota dalam Pasal 54 ayat (4) jo ayat (5) jo ayat (6) jo ayat (7). Kedua: Bahwa pada tanggal 29 April 2021 Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu Nomor 3 H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT-Faisal Amri Siregar, ST melalui Kuasa Hukum Ihza dan Inza Law Firm telah mengajukan Permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan telah diteragistrasi dengan Nomor : 145/PAN.MK/Ap/3/04/2021.

Ditambahkan, Syahdan Saibani Rambe mengatakan, oleh karena hal tersebut diatas Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu Nomor 3 H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT-Faisal Amri Siregar, ST menegaskan menolak dalam Aacara Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu Tahun 2020 yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 02 Mei 2021 di hotel Permata Land Rantauprapat.

“Usai pernyataan penolakan ini Fadli Amri Hasibuan bersama Syahdan Saibani Rambe dengan keluar dari ruangan hotel Permata Land Rantauprapat dan kami berdua tidak mengetahui acara selanjutnya,” ujar Syahdan Saibani Rambe memberikan keterangan kepada awak media.

Sementara itu, Guru Besar Hukum Tata Negara dan Pakar Hukum Tata Negara Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH, M.Sc merupakan Kuasa Hukum Nomor Urut 3 ASRI berpendapat bahwa Keputusan Rekap hasil PSU yang digabungkan dengan hasil pemilihan sebelumnya yang tidak dibatalkan MK tetap dapat dijadikan obyek perselisihan di Mahkamah Konstitusi (MK).

Menurut Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH, M.Sc, sebagai penyebab bisa saja apa yang menjadi kesalahan  dan  atau / kecurangan dalam pemungutan suara sebelumnya, yang menjadi dasar oleh MK untuk memerintahkan PSU Pilkada Kabupaten Labuhanbatu, terulang lagi dalam pelaksanaan PSU. Bukan mustahil pula ada persekongkolan antara personil KPU setempat dengan salah satu paslon dalam Pilkada. Kalau ini terjadi, mestinya bisa saja MK kembali memerintahkan PSU dilakukan lagi di tempat yang sama.

Kalau kita simak Putusan MK tentang perselisihan hasil Pilkada Labuhanbatu, amar utamanya adalah memerintahkan PSU di beberapa TPS. Hasilnya langsung diumumkan dengan cara menggabungkannya dengan hasil suara yang tdk dibatalkan MK tanpa harus melaporkan hasil penggabungan tsb ke MK. Ini beda dengan putusan2 MK sebelumnya yang mewajibkan KPU setempat untuk melaporkan hasil PSU ke MK dan MK menetapkan perolehan suara akhir. Katanya

Jadi sampai dengan dilaksanakannya Pleno Rekap PSU oleh KPU Labuhanbatu, tidak ada yang salah di sana. Tetapi pleno untuk menetapkan paslon pemenang bisa jadi masalah karena hasil PSU didaftarkan menjadi perselisihan di MK. Alasan yang kami dengar, pleno penetapan paslon pemenang itu telah tercantum dalam jadwal dan tahapan PSU yang telah ditetapkan di sana. Saya berpendapat penetapan jadwal dan tahapan itu kurang bijak, karena tidak mempertimbangkan kemungkinan akan adanya perselisihan di MK. Kata Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH, M.Sc kepada awak media melalui telepon selulernya. Minggu (02/05/2021).

Pakar Hukum Tata Negara Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, SH, M.Sc telah mengingatkan hari ini, KPU Labuhanbatu telah menerbitkan Surat Keputusan KPU Labuhanbatu Nomor: 70/ PL 02/Kpt/1210/KPU-Kab/V/ 1210, Tentang Penetapan Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Labuhanbatu Tahun 2020, yang menurut pendapat saya merupakan sikap yang tidak memperhatikan asas kehati-hatian dan kepastian hukum dan kami sedang menelaah kemungkinan untuk menggugat Keputusan tersebut ke PTUN Medan.

Keputusan tentang penetapan paslon pemenang bukanlah berkaitan dengan hasil penghitungan suara yang jika terjadi sengketa menjadi kewenangan MK untuk mengadilinya. Keputusan penetapan Paslon pemenang adalah murni keputusan KPU sebagai pejabat TUN yang menjadi kewenangan Pengadilan TUN untuk memutuskannya.

“Karena itu, bisa saja PTUN menerbitkan Putusan Penundaan pelaksanaan Keputusan KPU Labuhanbatu, dengan mengingat bahwa masih ada perkara di MK yang harus diputuskan lebih dahulu. Saya kira sebaiknya KPU Labuhanbatu jangan terlalu gegabah mengambil keputusan. Mari kita ikuti semua prosedur dan peraturan yang berlaku agar kita tidak salah dalam mengambil keputusan,” pungkasnya.

Sebelumnya, ketika awak media minta tanggapan Pengiat Anti Korupsi DPP LSM Corruption Indonesia Funtionary Observation Reign “CIFOR”, Ismail Alex, M.I Perangin-Angin mengingatkan KPU Kabupaten Labuhanbatu agar bersungguh-sungguh, cermat, jeli, hati-hati dan memedomani prosedur dalam melaksanakan pemungutan suara ulang atau penghitungan suara ulang karena hasilnya yang dituangkan dalam ‘keputusan baru’ potensial dijadikan ‘obyek hukum baru’ sengketa hasil di MK PSU jilid ke II dan penyebab terjadinya hasil PSU kembali digugat ke MK karena pasangan calon (paslon) tersebut yang tidak puas dengan hasil coblosan ulang dan ditemukan beberapa pelanggaran oleh penyelenggaran pemilu.

(tim)

Facebook Comments

Komentar

News Feed