oleh

Fraksi PKS Tolak Usulan 5 BUMD Baru Pemprov Lampung

Bandar Lampung – Fraksi PKS DPRD Lampung menolak pembentukan 5 BUMD yang diusulkan oleh Gubernur Arinal Djunaidi. Hal itu terungkap dalam Sidang Paripurna Lanjutan pembicaraan tingkat I pandangan fraksi-fraksi DPRD terhadap 8 Raperda Prakarsa Pemprov Lampung, Selasa (31/08).

Lima BUMD baru tersebut yakni PT Wisata Lampung Indah, PT Trans Lampung Berjaya, PT Bumi Agro sejahtera, PT Lampung Sarana Karya dan PT Lampung Usaha Energi.

“Fraksi PKS menyatakan rencana pembentukan 5 BUMD di Provinsi Lampung belum tepat dilakukan pada situasi hari ini,” kata Juru Bicara Fraksi PKS DPRD Lampung Puji Sartono.

Penolakan ini dilakukan karena dikhawatirkan pemerintah salah mengambil perencanaan bisnis.

Apalagi, kata dia, perekonomian Lampung ditengah pandemi Covid-19 ini masih lesu atau mengalami penurunan.

Sehingga, lanjut dia, anggaran tersebut lebih tepat di alokasikan ke masing-masing Bumdes yang ada.

“Akan berkali lipat resiko yang harus diterima jika di masa pandemi ini salah perencanaan bisnis,”ucap dia.

“Keliru prediksi dan kurang tepat pengalokasian sumberdaya serta sumber dananya,” ucap dia.

Selain itu, dalam draft raperda yang diterima oleh Fraksi PKS DPRD Lampung total penyertaan modal sejumlah Rp140 miliar.

Rinciannya, BUMD PT Wisata Lampung Indah sebanyak Rp 40 miliar, BUMD PT Agro Sejahtera sejumlah Rp 25 miliar.

Kemudian, BUMD PT Trans Lampung Berjaya sejumlah Rp 25 miliar BUMD, PT Lampung Sarana Karya sejumlah Rp 25 miliar.

Selanjutnya, BUMD PT Lampung Usaha Energi sejumlah Rp25 miliar.

“Menurut hemat kami, dalam situasi pandemi seperti sekarang ini, sebanyak Rp140 miliar tersebut akan lebih bijak jika dialokasikan kepada penguatan 1.369 BUMDes aktif se Provinsi Lampung,” ungkap Dia.

Sementara itu, Vittorio Dwison, anggota fraksi PKS DPRD Lampung lainnya mengakui bakal menghargai keputusan yang ada, jika 5 BUMD ini telah disetujui secara kelembagaan.

“Kalau besok disetujui kita lihat lagi apa yang bisa kita lakukan fraksi PKS,”ungkap dia.

“Kita lihat apa yang bakal fraksi PKS perankan dalam pembahasan itu,”ujar dia

Facebook Comments

Komentar

News Feed