oleh

Polda Lampung Mulai Selidiki Laporan Tokoh Masyarakat Hindu Bali Lamsel

LAMPUNG SELATAN,Newskabarindonesia.com : Penyidik Polda Lampung terus melakukan penyelidikan atas laporan tokoh adat dan tokoh masyarakat Agama Hindu Bali Lampung Selatan terkait tidak transafaran dan dugaan penyelewengan dana Lembaga PHDI.

Dimana, masyarakat tokoh adat hindu bali Lamsel meminta kepada ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lamsel Made Sukintre untuk memberikan laporan pengelolaan dana dan bantuan Lembaga secara rinci dan tertulis. Namun Made Sukintre tidak bisa menjelaskan hinngga akhinrya sampai ke Pelaporan ke Polda Lampung.

Diketahui, sebanyak 4 orang didampingi penasehat hukum Dr. I Ketut Seregig, SH, MH dan tokoh adat hindu bali I Made Pasti mendatangi Mapolda Lampung untuk memenuhi panggilan penyidik guna dimintai keterangan untuk mengumpulkan bahaan lain terkait laporan diruang Unit I Subdin II Ditreskrimum Polda Lampung, Jum’at (22/10/2021).

Adapun dari keempat yang dipanggil, hanya 3 orang yang dimintai keterangan, ketiganya yakni Bapak mangku (Wayan Gambar), Wayan Sude, made Sumbawe.

Usia dimintai keterangan penyidik, Pak mangku (Wayan Gambar) mengaku dimintai keterangan terkait pelaporan tokoh adat hindu bali Lamsel terhadap Made Sukintre.

Menurut pak Mangku, pihaknya berharap dan menuntut kebenaran melalui jalur hukum, sehab Made Sukintre (terlapor) waktu itu mengatakan tidak benar apa yang dituduhkan. Maka harus di buktikan kebenaran itu secara fakta yang nyata dan tidak cukup hanya dengan lisan saja.

“Apalagi Made Sukintre sebagai majelis yang megang jabatan majelis sekabupaten Lampung Selatan. Kami pun berharap kepada pihak penyidik untuk segera menindak lanjuti atas laporan kami, dalam hati kecil saya selaku sesama Umat terutama Made Sukintre kalau berjiwa besar katakanlah kalau itu salah katakan salah tapi kalau itu benar katakanlah bahwa itu benar dan menyampaikan permohonan maaf dihadapan para Tokoh sedarma,” katanya.

Sementara itu, Penasehat Hukum Dr. I Ketut Seregig, SH, MH mengatakan bahwa kedatangan mereka tidak lain untuk memberikan keterangan kepada penyidik Polda Lampung.

“Hari ini saya selaku penasehat hukum pelapor mendampingi 4 orang yang dipanggil. Pemanggilan mereka ingin mengklarifikasi semua hal-hal yang berkaitan pelapiran yang tentu hasiknya bisa dijadikan alat bukti nantinya. Sebab ini masih tabap lidik artinya pengumpulan bahan dan keterangan,” ujar Dr. I Ketut Seregig, SH, MH kepada media.

Menurut dia, pihaknya optimis laporan yang dimasukan ke Polda Lampung dapat segera terungkap dan dugaan yang kami sangkakan dapat menemui titik terangnya, karena menyangkaut orang banyak.

“Kami yakin dan optimis, keterangan yang diberikan para pelapor nantinya akan mengarah ketahap selenjutnya, sebab didalam delik itu ada unsur pidananya, tetapi itu semua kembali kepenyidik san hasil Pulbaketnya,” tegasnya.

Pihaknya berharap, kepada pihak Korp Bhayangkara Polda Lampung dapat segera mengungkap kasua dugaan laporan kami. “Harapan kami ini agar penyelidikan ini dapat segera dituntaskan, tapi saya lihat penyidik sigap dalam proses penyelidikan ini dapat terus bergulir,” harapannya.

Ditempat yang sama, tokoh adat hindu bali Lamsel, I Made Pasti mengatakan pihaknya selaku pelapor supaya persoalan ini segera tuntas. Dalam arti tuntas itu kalau terlapor (Made Sukintre) dapat terbukti bersalah supaya segera di tindak sesuai hukum yang berlaku dengab harapan untuk memberikan pelajaran, karena selama ini dia (terlapor) selalu mengatakan bahwa dirinya tidak bersalah.

Menurut dia, dirinya selaku yang ditokohkan masyarakat itu menguji kebenaran dia dengan menempuh jalur hukum, mudah-mudahan dengan jalur hukum yang kita tempuh ini akan menjadi pelajaran bagi Made Sukintre dan bagi Umat semua khususnya Umat Hindu Bali Lamsel.

“Saya melakukan tindakan ini semata-mata untuk semua Umat, bukan pribadi terhadap pak Made Sukintre, sedikit pun saya tidak ada rasa sentimen terhadap dia, saya ingin kita semua ini sadar kalau itu salah janganlah dilakukan kesalahan itu. Karena Parisada ini adalah kelembagaan yang sangat mulia sangat suci yang di hormati oleh semua Umat Hindu Bali, kalau seperti inilah membodohi Umat, semakin umat itu akan kerdil karena tidak tau kebenaran, mana yang benar dan mana yang salah,” jelas Made Pasti seraya mengajak Marilah kita sadar semua. (Imron/Red)

Facebook Comments

Komentar

News Feed