oleh

Adhan Nur SE : Ketua PNTI Sumut Harapkan Kapal Trawl di Tertibkan

BELAWAN – newskabarindonesia.com: Melanjutkan pemberitaan terkait masih maraknya pukat trawl atau pukat sejenisnya diperairan Selat Malaka, Ketua PNTI (Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia) Sumatera Utara Adhan Nur SE didampingi Syahril Efendi Ketua PNTI Kabupaten Langkat berharap ditertibkannya kapal trawl yang masih marak beroperasi diselat malaka. Jumat (19/11/2021).

Menurut pandangan Adhan Nur SE tentang pukat yang tidak ramah lingkungan tersebut antaralain pukat grandong, pukat trawl dan pukat layang dan pukat langgai dapat di kategorikan sebagai pukat yang tidak ramah lingkungan.

Aktivitas pukat trawl kini marak dua dua tahun belakangan ini di perairan selat malaka tanpa diberikan tindakan tegas terhadap pemilik kapal trawl tersebut. Ujarnya pada awak media

Selain itu, Ketua PNTI (Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia) Sumatera Utara Adhan Nur SE yang didampingi Syahril Efendi Ketua PNTI Kabupaten Langkat berharap kapal trawl termasuk kapal ikan yang tidak ramah lingkungan dapat dibasmi guna meningkatkan
pendapatan dari nelayan tradisional khususnya nelayan di Sumatera Utara.

Kedepannya instansi terkait dinas perikanan Sumatera Utara dari Polairut dari Lantamal dapat bekerjasama untuk menertibkan pukat pukat yang tidak ramah lingkungan tersebut. Harapnya Ketua PNTI Sumut, Adhan Nur SE.

Disini kami juga memohon kepada bapak Gubernur Sumatera Utara agar segera memberitahukan kepada Kadis Perikanan dan Kelautan Sumatera Utara untuk menyikapi tentang masih maraknya kegiatan pukat yang tidak ramah lingkungan tersebut.

Seterusnya awak media berusaha untuk bertemu dengan kepala PSDKP Belawan dan Kepala Pelabuhan Perikanan samudera Belawan(PPSB) namun kedua pejabat di pelabuhan perikanan sedang tidak berada dikantor.

Sebelumnya Ketua Komisariat Mahasiswa Pemuda Panca Marga Provinsi Sumatera Utara, Feri Ardianta Sebayang, S.kom, pada Kamis (4/11/2021), mendesak kepada Kapolda Sumut agar dapat menindak kapal trawl tersebut yang berada didalam kawasan pelabuhan perikanan samudera belawan Medan – Sumatera Utara.

Feri Ardianta Sebayang menilai nasib nelayan Tradisional akan terus terpuruk karna adanya aktivitas kapal trawl atau pukat sejenisnya yang bebas beroperasi didalam kawasan pelabuhan perikanan samudera belawan (PPSB).

Untuk itulah, Ia berharap kepada bapak Kapolda Sumatera Utara agar mengevaluasi kinerja kepala Direktorat Polisi Air dan Udara (Dirpolairud) Polda sumut terkait aktivitas kapal trawl didalam kawasan pelabuhan perikanan samudera belawan tanpa ditindak oleh penegak hukum, ujarnya Feri Ardianta Sebayang, S.kom, pada awak media. Kemarin

Karna, hal ini menyangkut hidup orang banyak, terkhusus buat nelayan tradisional seharusnya menjadi prioritas pihak keamanan di laut untuk dapat mengatasi dan menindak pengusaha pukat trawl.

(Ricky/tim)

Facebook Comments

Komentar

News Feed