oleh

Dibelakang PT Golden Cup Seafood Menjadi Lokasi Tumpukan Limbah Padat

-Berita-185 views

Medan Belawan – newskabarindonesia.com: Terkait dengan pemberitaan PT Golden Cup Seafood di Jalan Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan atas limbah padat (sampah) nya yang mengotori bahu jalan  Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan yang lalu.

Dari pantauan awak media newskabarindonesia.com, tepat dibelakang gudang PT Golden Cup Seafood ditemukan tumpukan sampah atas limbah padat dari PT Golden Cup Seafood. Sabtu (23/5/2020)

“Menurut informasi, kotoran dari sampah limbah padat tersebut menimbulkan aroma bau yang tidak sedap sehingga mengganggu  kesehatan dan dranese menjadi tersumbat.Selain itu juga, PT Golden Cup Seafood diduga membuang limbah cair ke kolam Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan”.

“Akibat limbah cair dari PT Golden Cup Seafood tersebut kolam Pelabuhan Perikanan telah tercemar dan kotor”.

Warga sekitar Pelabuhan Perikanan berharap kepada Perum Perikanan Indonesia Cabang Belawan dan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan dapat menindak perusahan pengolahan ikan yang tidak menjaga kebersihan dan standart operasi pengolahan ikan.

Supaya di Pelabuhan Perikanan menjadi indah, bersih dan higeinis sehingga terhindar dari penyakit. Imbuhnya warga enggan disebutkan namanya

“Menurut keterangan Kepala Bidang Tata Kelola Dan Pelayanan Usaha Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Ir. Marten Baga Sadikun mengenai Limbah cair setahu sy sdh melalui proses, sedang limbah sampah mungkin belum terangkut oleh dinas kebersihan kota medan”.

Sementara itu Putro mengatakan bahwasanya sampai saat ini tidak satupun armada dinas kebersihan kota medan masuk kepelabuhan perikanan untuk mengangkut sampah.

Bahkan pelabuhan perikanan memiliki 3 unit truk pengangkut sampah , namun sampai saat ini truk pengangkut sampah tersebut tidak dipergunakan. ujar putro

Jadi keterangan dari Kabid TKPU Pelabuhan Perikanan itu sudah pembohongan publik, yang katanya sampah sampah itu di angkut oleh dinas kebersihan Kota Medan.

“Sedangkan limbah cair yang mengalir dari selokan itu terlihat jorok, jadi bagaimana itu dikatakan sesuai dengan prosedur atau standart. Apakah itu sesuai dengan standart dari dinas lingkungan hidup,” kata putro

(Rikcy)

Facebook Comments

Komentar

News Feed