oleh

1 Unit Mobil Tangki Pertamina Ludes Terbakar di Marelan, Penyaluran BBM dari TBBM Medan Group ke SPBU Tidak Tergangu

Medan Belawan – newskabarindonesia.com: Pasca terbakarnya mobil tangki Pertamina BK 9229 CM muat bahan bakar minyak jenis Petralite seberat 24 Ton diduga milik PT. Elnusa bersamaan 1 unit mobil pick up diduga milik gudang Siong (minyak ilegal) ludes terbakar pada Kamis (6/8) kemarin sekira pukul 12.45 Wib.

Diduga saat hendak “Kencing” Angkutan tangki Pertamina diduga milik PT. Elnusa terbakar yang menimbulkan kobaran api dan ledakan berkali – kali.

“Akibatnya, kenyamanan Masyarakat dan pengguna jalan sekitar Jalan Paya Pasir, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan terganggu”.

Disebut – sebut lokasi tempat Penampungan Siong tersebut tidak mengganggu distribusi BBM dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Medan Group.

Demikian disampaikan Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR I PT Pertamina M.Robby Hervindo, Jumat (7/8) kepada awak media disela – sela kesibukannya.

Menurut Robby, insiden mobil tangki pengakut BBM jenis Pertalite, dengan kapasitas 24 ribu liter, Nopol BK 9229 CM diduga milik PT. Elnusa yang terbakar tidak mengganggu penyaluran BBM ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Mobil tangki pengakut BBM yang terbakar mengangkut BBM jenis Pertalite kapasitas 24 kiloliter atau 24000 liter dengan tujuan SPBU 14.203.199 di Jalan Jamin Ginting Medan.

” Penyebab terbakarnya mobil tangki pengakut BBM jenis Pertalite, dengan kapasitas 24 ribu liter, Nopol BK 9229 CM diduga milik PT. Elnusa itu masih dalam pemeriksaan PT.Pertamina (Persero) dan penyelidikan Kepolisian. Kedua awak mobil tangki tidak mengalami luka dalam insiden tersebut karena berhasil menyelamatkan diri,” terangnya.

Selanjutnya, Pihak TBBM Medan Group PT Pertamina, kata dia, langsung mengirimkan mobil tangki pengganti untuk menyalurkan pertalite ke SPBU 14.203.199, sehingga layanan kepada pelanggan tidak terganggu.

Apalagi di saat pademi Covid-19, memukul perekonomian dunia, tak terkecuali Indonesia mengalami krisis Ekonomi Global.

Disamping itu, LSM CIFOR meminta kepada Kapolri dan Menteri BUMN dan Menteri ESDM dan Kemendagri dan Menteri Perikanan dan Kelautan untuk mengusut tuntas Pimpinan PT. Pertamina dan PT. Elnusa dan mafia BBM seperti pemberitaan –  pemberitaan terkait meknisme pendistribusikan BBM ke kapal – kapal ikan di wilayah Pelabuhan Perikanan di Gabion Belawan dan sekitarnya.

Ketum Dewan Pimpinan Pusat LSM Corruption Indonesia Funtionary Observation Reign disingkat “CIFOR” melalui Sekjennya, Ismail Alex, MI Perangin-Angin, meminta kepada Kapolri Jendral Polisi, Idham Azis untuk menggandeng Menteri BUMN dan Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral) dan Menteri Dalam Negeri, untuk menjamin layanan penyediaan dan pendistribusikan BBM kepada masyarakat dan membongkar dibalik kasus kerugian negara milyaran rupiah terkait mobil tangki BBM Nopol BK 9229 CM milik PT. Elnusa dan muatan BBM jenis Pertalite kapasitas 24 ribu liter milik Pertamina hangus terbakar, Kemarin.

“Selain itu, LSM CIFOR berharap segera mengambil alih ke Mabes Polri untuk memeriksa jajaran pimpinan PT. Pertamina (Persero) dan jajaran Pimpinan PT. Elnusa yang mana saat ini sedang viral – viral nya pemberitaan di media cetak maupun media online sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan yang berlaku,” sebutnya Ismail Alex Sekjen DPP LSM CIFOR.

Hal ini disampaikan juga oleh Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR I PT. Pertamina M.Robby Hervindo mewakili Jajaran PT. Pertamina (Persero) kepada awak media, Jumat (7/8) Kemarin menyatakan, pasca mobil tangki pengakut BBM terbakar saat penampungan siong di Medan Utara tidak mengganggu distribusi BBM dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Medan Group.

Mendapat kritikan dari pengiat anti korupsi Sekjen LSM CIFOR. Sabtu, (8/8/2020) di Medan. Sebenarnya, diduga pihak humas maupun jajaran pimpinan PT. Pertamina di Medan hingga jajaran pimpinan PT. Pertamina di Jakarta pusat mengetahui dari beberapa pemberitaan – pemberitaan di media cetak maupun media online di Belawan terkait permasalahan penyelewengan pendistribusikan BBM. “Akibat terkesan tidak disikapi sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku,” katanya

Timbulnya polemik kerugian negara dan kepanikan Publik Mobil Tangki Pengakut BBM jenis Pertalite, kapasitas 24 ribu liter, Nopol BK 9229 CM milik PT. Elnusa habis terbakar, hal ini sebagai pintu masuk pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Kementrian BUMN dan Kejasaan Agung Republik Indonesia dan Komisi Pemberatas Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas penyelewangan BBM tersebut.

“Pasalnya sebagai komiditas vital dan menguasai hajat hidup orang banyak”. Ucapnya

Dan, Pemerintah wajib menjamin ketersediaan dan kelancaraan pendistribusi BBM sebagaimana amanat UU Migas.

Masih Alex, LSM CIFOR apresiasi kepada Kapolri Jenderal Idham Azis untuk membentuk Satgas Kuda Laut dalam mengawasi penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi.

Satgas itu dipimpin oleh Kabareskrim, beranggotakan Wakabaharkam dan Kakorbrimob. Tuturnya Sekjen DPP LSM CIFOR, Ismail Alex Perangin-angin.

Menurut Ketua Tim JITU (Jeli, Independent, Toleran, Ukur) Bung Erwin Ubrandi Tambunan, SE bersama Firman Kurniawan Sekertaris Tim JITU juga menyampaikan apresiasi Kepada Kapolri Jenderal Idham Azis untuk membentuk Satgas Kuda Laut dalam mengawasi penyediaan dan pendistribusian BBM bersubsidi.

Satgas itu dipimpin oleh Kabareskrim, beranggotakan Wakabaharkam dan Kakorbrimob. Ucapnya

” Bung Erwin Ubrandi Tambunan, SE menegaskan seluruh awak media yang bergabung di JITU dan kemungkinan besar awak media di Belawan sekitarnya sangat mendukung penuh Sekjen LSM CIFOR, Ismail Alex, MI Perangin-Angin meminta Kapolri Jendral Polisi, Idham Azis bersama Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia dan Kementrian BUMN dan Kejasaan Agung Republik Indonesia dan Komisi Pemberatas Korupsi (KPK) mengungkap para mafia migas yang sering disebut – sebut dalam pemberitaan media cetak maupun media online di Belawan.

“Seperti pemberitaan – pemberitaan terkait penyaluran BBM di Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan dan permasalahan lainnya” Harapnya Bung Erwin Urbandi Tambunan

Lanjut Bung Erwin Ubrandi Tambunan, SE menambahkan, Kapolda Sumatera Utara dapat bekerjasama dengan Danlantamal I Belawan dan Pangdam Bukit Barisan dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dan Ketua Pengadilan Negeri Sumatera Utara untuk mengusut tuntas kasus kerugian Negara Milyaran berupa mobil tangki BBM Nopol BK 9229 CM diduga milik PT. Elnusa dan muatan BBM jenis Pertalite kapasitas 24 ribu liter milik Pertamina ludes hagus terbakar.

“Selain itu, segera mulai memeriksa jajaran pimpinan PT. Pertamina (Persero) di Medan dan jajaran Pimpinan PT. Elnusa”.

Karena viralnya mobil tangki pengakut BBM jenis Pertalite, dengan kapasitas 24 ribu liter, Nopol BK 9229 CM diduga milik PT. Elnusa bersama mobil pick up diduga milik gudang Siong (minyak ilegal) habis terbakar. Tandasnya Erwin Urbandi Tambunan SE., Ketua Tim JITU. Sabtu, (8/8/2020) di Belawan.

(Rikcy)

Facebook Comments

Komentar

News Feed