oleh

MIRIS, Kwalitas Bangunan Huntap Korban Tsunami Lamsel Terkesan Asal Jadi

Lampung Selatan,newskabarindonesia.com : Masyarakat Korban Tsunami Sekaligus Bakal Penghuni,Ragukan Kwalitas Pembangunan hunian tetap (huntap) di Desa Kunjir Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan.


Menurutnya Salah satu Calon Penerima Huntap,saat ditemui media ini menyampaikan.Pembangunan huntap yang saat ini dikerjakan kurang layak dan tidak sesuai dalam pembangunannya,karena diawal kesepakatan pembangunan huntap salah satunya menggunakan slub dan pondasi normal.

“Buktinya dalam pengerjaan tidak seperti itu,pondasi aja asal-asalan seperti bukan pondasi.”Ujarnya,Minggu (11/10/20).

Dengan kondisi seperti itu,Bisa di pastikan bangunan hutap yang akan ditempati oleh para korban tsunami tersebut,tidak bakal tahan lama,apa lagi tahan gempa.

“Yang pasti dengan pondasi seperti itu kwalitas bangunan huntap itu sangat diragukan.”Tambahnya.

Biar lebih jelas dan biar tidak dibilang asal ngomong cek aja langsung dilokasi bangunannya seperti apa.Lanjut narasumber yang enggan namanya disebutkan tersebut.

Mirisnya lagi,menurut narasumber yang dapat dipertanggung jawabkan tersebut.
Jumlah material seperti Batu buat Pondasi,semen dan lainnya tidak sesuai dengan RABnya.

“Seperti Batu Pondasi dalam RAB nya 6 Kubik,yang dipasang paling kurang lebih 3 Kubik.walaupun ada yang sesuai RABnya,tapi saya pastikan tidak semuanya sesuai dengan acuannya.”Paparnya

Selain itu dalam pengerjaannya juga terlihat yang diutamakan itu Target agar cepat selesai sesuai dengan waktu kesepakatannya,sehingga melupakan kwalitas hasil dalam pekerjaan.

Betapa tidak sebagian pekerja yang diminta memasang bata oleh pengawas pekerjaan bukan ahlinya,sehingga dinding tembok terliat bergelombang seperti air laut.

“Ih….Khepa mak kicut gila,ki Kenek jadi Tukang.”keluhnya. dalam bahasa lampung.

Dirinya berharap dalam pengerjaan hunian tetap tersebut dapat mengutamakan kwalitas sesuai dengan acuan RAB yang ada.harapnya.

Keluhan senada juga disampaikan oleh warga lainnya.kami selaku korban tsunami mengucapkan terimakasih sudah dibantu pemerintah dibuatkan hunian tetap,akan tetapi tolonglah diawasi dalam pengerjaannya jangan sampai seperti pengerjaan saat ini.

“Coba perhatikan Dinding saja pada mencong,parahnya lagi pondasi juga asal dan dangkal seperti bukan pondasi.hanya dikeruk pasang batu langsung siram adukan bahkan ada yang tidak di gali “keluhnya.

Dirinya mengharapkan betul dalam pengerjaan huntap tersebut benar benar sesuai dengan acuan dan dapat menjaga kwalitasnya.

“Bangunan huntap inikan kami tunggu-tunggu,jadi harus sesuailah dengan ketentuan dan acuannya,”pintanya

Pernah kami pertanyakan dengan pokmas terkait keluhan kami,namun tidak diindahkan. tambah narasumber tersebut.

Sementara saat media meminta komentar dengan Ketua Pokmas Didi, dirinya enggan memberi komentar, bahkan melarang beberapa media untuk tidak mengambil gambar bangunan huntap tersebut.

“siyapa suruh kalian poto-poto bangunan ini udah ijin apabelum ngambil poto bangunan ini,  Saya enggak bisa kasih komentar,minta komentar saja dengan pendamping dan pengawas”Katanya.

Selain itu saat media ini menghubungi Tarmizi Pengawas pekerjaan sekaligus merupakan Kepala Desa Canggung tersebut tidak dilokasi dan nomor Whats Appnya tidak aktif.Tukasnya

Patut diketahui,Pembangunan Huntap yang menggunakan Dana APBN tersebut merupakan bantuan dari kementerian dan pemerintah daerah senilai 50 Juta per unitnya,di Desa Kunjir jumlah keseluruhan sebanyak 138 Huntap tersebut kuat dugaan ada oknum bermain.Bersambung…(TIM)

Facebook Comments

Komentar

News Feed