oleh

Peringati Hari Nusantara, KNTI Kota Medan Gelar Aksi Parade Perahu di Perairan Belawan

BELAWAN – newskabarindonesia.com: Dalam rangka peringati Hari Nusantara, Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara gelar “Parade Perahu” serentak diperairan Belawan. Senin (13/12/2021).

Sekitar dua ratus lima puluh sampan yang tergabung dalam nelayan tradisional KNTI melintasi perairan laut belawan.

Ketua DPD KNTI Kota Medan, sekaligus Kordinator aksi Parade Perahu MHD Isa Albasir mengatakan nelayan tradisional ke depannya di permudah guna mendapatkan BBM (bahan bakar minyak) solar subsidi dari Pertamina.

Dalam rangka peringati Hari Nusantara, Nelayan tradisional tergabung dalam KNTI melintasi perairan belawan yang dipantau langsung kapal patroli Perairan.

Sebelumnya, Nelayan Tradisional memohon kepada Presiden RI, Bapak Ir. H. Joko Widodo melalui Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI memperhatikan BBM bersubsidi terhadap nelayan tradisional.

Dalam aksi damai tersebut, Ketua KNTI Kota Medan, MHD Isa Albasir juga berharap seluruh kapal pukat trawl yang beroperasi di Gabion Belawan apalagi tidak mempunyai izin sesuai Kepmen no 5 tahun 2015 tentang larangan kapal pukat trawl, pukat hariamu, pukat lingkung, pukat tarek dua, dll, kita minta seluruhnya tidak beroperasi lagi. Ujarnya

Aksi Parade Perahu KNTI Kota Medan
Aksi Parade Perahu KNTI Kota Medan di Perairan Belawan

“Basir menambahkan dalam aksi, sampai saat ini, kita lihat BBM subsidi tidak ada lagi atau telah hilang entah kemana yang diperuntukan untuk nelayan tradisional, sebab ia telah menunggu bertahun tahun lamanya tidak pernah ada tanggapan dari Pertamina maupun BPH Migas.

Dengan adanya parade perahu ini, nelayan tradisional KNTI Kota Medan Sumatera Utara, kami mohon BBM Subsidi agar dapat dikembalikan lagi kepada nelayan. Karna BBM subsidi telah hilang bertahun tahun dan BBM solar di kembalikan kepada nelayan tradisional.

“Ini kita buat hanya damai tidak ada anarkis, tapi nanti dipastikan masih ada yang beroperasi insyaallah di laut akan terjadi , itu aja.” Pungkasnya Ketua KNTI Kota Medan, Mhd Isa Albasir

Selain itu, Jafar (48) nelayan bagan deli, menambahkan Kegiatan Pukat layang meraja lela, pukat trawl, pukat gandeng dua kini sudah lama beroperasi dilaut dan semakin lama semakin parah.

Sementara, untuk kebutuhan bahan bakar minyak solar, kami nelayan membeli di kede kede karna BBM subsidi belum keluar. Ujarnya Jafar

Pukat layang , pukat gandeng dua pukat trawl itulah penyebab nya biota laut menjadi rusak. Bila ini dibiarkan maka nelayan tradisional dan biota laut bakal mati. Cetusnya

“Lalu, Ia pun berharap kepada pemerintah, segala kegiatan kapal trawl agar benar benar diberhentikan dan juga bagi nelayan tradisonal serta BBM Subsidi dapat diperhatikan pemerintah,” ungkap Jafar Nelayan Tradisional Bagan Deli hadir dalam Parade Perahu

(Rikcy)

Facebook Comments

Komentar