oleh

Murid Terpapar Covid-19, Sekolahan Dianjurkan Tutup PTM Sementara

BANDARLAMPUNG — Terjadinya penambahan kasus Covid-19 di Provinsi Lampung disebabkan pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi V, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Deni Ribowo mengatakan, terkait penambahan kasus Covid-19, Kepala Daerah dapat mengambil kebijakan untuk melakukan penutupan PTM selama 14 hari terhadap sekolah yang muridnya terpapar Covid-19

Selain itu, untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Komisi V DPRD Lampung selalu mengimbau kepada semua masyarakat, baik itu kepala sekolah ataupun ke wali murid untuk menerapkan Protokol Kesehatan Prokes dengan ketat.

“Komisi V sudah mengimbau kepada masyarakat jauh – jauh hari untuk memproteksi diri yang pertama adalah siswa dan guru harus melakukan vaksinasi , menyediakan satgas disetiap sekolah, ” kata Deni saat diwawancara media, di DPD Demokrat Lampung.

Ia menjelaskan, saat ini Covid-19 varian Omicron pun menjadi perhatian khusus oleh wakil rakyat , karena penularan yang begitu cepat.

“Penularan omicron ini bisa terjadi dari luar, maka dari itu kami minta satgas disekolahan diperkuat lagi, agar protokol kesehatan tetap terjaga, ” ucapnya

Selain itu, sambung dirinya meminta kepala Daerah untuk memberhentikan PTM jika terjadi penularan disekolah, sebagai memutuskan kasus penularan tersebut.

“Ketika terjadi omicron disekolahan, kepala daerah diharapkan memberhentikan pembelajaran sekolah selama 14 hari jangan hanya 5 hari untuk mensterilkan kondisi di sekolah, ” ungkapnya

Menurutnya, sejauh ini Komisi V selalu berkoordinasi dengan mitranya, yakni Dinkes Provinsi Lampung.

“Dilampung ini mulai terjadi kenaikan covid19 yang kemungkinan tidak bisa kita bendung lagi, hal ini komisi V pun selalu melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Lampung bagaiamana ketersediaan penangan Covid-19, ” pungkasnya

Facebook Comments

Komentar