oleh

Mapancas Kota Medan : Merdeka Belajar Jangan Hamburkan Dana Rp 1,2 Miliar

MEDAN – newskabarindonesia.com: Tidak ada relevansinya, Merdeka Belajar dengan Pengadaan Baju Jalan Santai senilai Rp. 1,2 Miliar.

Dalam pendidikan sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan bangsa. negara dapat dikatakan negara maju apabila mempunyai sistem pendidikan yang baik.

Ketua DPD Mapancas Kota Medan, bung M Roufik Sitepu SE, ditemui wartawan menyampaikan, Bahwa sistem pendidikan dikota medan saat ini memang sudah berubah semenjak covid 19 melanda Indonesia.

Dimana pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh yang dikenal sebutan Daring Online.

Sehingga dengan kondisi tersebut, tercipta gagasan oleh menteri pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi Nadime Makarim yaitu Merdeka Belajar.

Oleh sebab itu, kata Roufik Sitepu, Merdeka Belajar adalah reformasi pendidikan. Bahkan suatu konsep Merdeka Belajar yang merupakan konsep pendidikan yang mengoptimalisasi kemajuan kualitas Sumber daya Manusia.

Menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional) menyampaikan konsep pendidikan yang merdeka adalah pendidikan yang didasarkan pada asas kemerdekaan.

Kemerdekaan yang berarti bahwa manusia memiliki kebebasan yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa untuk menentukan kehidupannya tetap sejalan dengan norma yang terdapat dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam hal ini, DPD Mapancas Kota Medan sangat menyayangkan, terkait anggaran sebesar 1,2 Miliar untuk pengadaan Baju Jalan Santai di acara Gebyar Pendidikan Kota Medan.

Yang sebenarnya tidak ada kaitan nya dengan Merdeka Belajar, bahkan informasi yang kita baca yang disampaikan oleh Kadis Pendidikan Kota Medan Laksamana Putra Siregar, pelaksanaan Gebyar Pendidikan Kota Medan adalah mengejar rekor MURI. Katanya

Menurut Roufik Sitepu, hal tersebut jelas terlihat tidak ada kaitan nya dengan Merdeka Belajar dan lebih bersifat seperti seremonial saja. Ujarnya

Bahkan informasi dilapangan, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan Kiki Zulfikar, mengatakan Gebyar Pendidikan Kota Medan akan menjadi tonggak sejarah dunia pendidikan di kota medan.

Sangat aneh, ketika Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan mengatakan hal demikian, karena pada tahun 2016 Gebyar Pendidikan pernah dilaksanakan, jangan seolah-olah kegiatan ini yang baru pertama kali dibuat. Beber Ketua Mapancas Kota Medan

“Diduga hal itu, untuk memuluskan anggaran sebesar 1,2 Miliar dalam pengadaan Baju Jalan Santai”.

Kemudian beliau juga mengatakan ini sesuai dengan arahan pemerintah pusat, mewujudkan Merdeka Belajar.

Herannya kata M Roufik, Apakah memang seperti itu konsep Merdeka belajar dengan menelan dan menghamburkan biaya sebesar 1,2 Miliar untuk pengadaan Baju Jalan santai.

“Padahal masih banyak yang bisa dilakukan untuk dunia pendidikan kota Medan dengan biaya sebesar 1,2 Miliar,” harapnya Ketua Mapancas Medan

Diakhir pembicaraan Bung Roufik Sitepu pada wartawan kami minta kepada Walikota Medan, Bobby Nasution, orang nomor satu dikota medan jangan terlalu lama berdiam diri menanggapi permasalahan ini.

Seharusnya sebagai Walikota Medan yang selalu menggaungkan Kolaborasi Medan Berkah, dapat segera mengambil keputusan untuk membatalkan pengadaan Baju Jalan santai pada acara Gebyar Pendidikan Kota Medan sebesar 1,2 Miliar, yang tidak ada relevansinya untuk Merdeka Belajar.

Dengan pengadaan Baju Jalan Santai sebesar 1, 2 Miliar, dilihat dari pendekatan efektivitas terhadap pendidikan kota medan, sebaiknya Walikota Medan mencari Pengganti Kadis Pendidikan Kota Medan Laksamana Putra Siregar.

“Agar dunia pendidikan dikota medan mampu berubah dalam menata Pendidikan Kota Medan lebih baik lagi demi terwujudnya Medan Berkah,” Pungkas Roufik
Sitepu. Jumat (10/6/2022).

Terpisah, Kadis Pendidikan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar,
menyampaikan bahwa pengadaan baju jalan santai tersebut sudah direncanakan dan ditetapkan di Tahun 2021 pada APBD Kota Medan untuk Tahun 2022.

Pengadaan baju jalan santai tersebut direncanakan untuk pembelian 15.000 baju kaos dengan harga 70 ribu rupiah per-satuannya. Dan baju tersebut dibagikan kepada seluruh siswa mulai dari TK, SD dan SMP dan dipakai pada saat puncak Gebyar Pendidikan

Dalam kegiatan parade marching band, memainkan angklung serta tarian multi etnis Kota Medan secara massif dan direncanakan untuk meraih rekor MURI yakni parade marching band, memainkan lagu dgn angklung dan tarian multi etnis terbanyak.

Bahwa parade marching band, memainkan lagu dgn angklung dan tarian multi etnis dimaksud adalah bagian dari dimensi pelaksanaan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yakni dimensi Profil Pelajar Pancasila yang salah satu isinya adalah mengangkat thema kearifan lokal dan siswa memiliki kemampuan memainkan alat musik tradisional, tarian khas daerah (multi etnis) yang merupakan bentuk mengenalkan, mengangkat dan melestarikan kearifan lokal daerah serta memiliki keterampilan memainkan alat musik marching band yangg merupakan keterampilan peningkatan minat dan bakat siswa sehingga meningkatkan dan menstimulan daya kreatifitas siswa. Ujar Kadis

Terkait dengan anggaran pengadaan baju jalan santai yang akan dipakai siswa dalam kegiatan dimaksud, kami juga bingung dan heran dimana permasalahannya dan bentuk pemborosannya.

Karena penganggaran yang kita lalukan sudah terencana dan sasarannya juga siswa dari TK, SD dan SMP yang notabenenya siswa2 di Kota Medan yg didalamnya juga ada siswa yang kurang mampu tapi memiliki minat dan kreatifitas dibidang-bidang yang kami sebutkan diatas, yakni memainkan angklung, tarian multi etnis dan marching band.

Kegiatan tersebut tentunya semata-mata kami rencanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas dan mutu pendidikan di Kota Medan dan meng-efort literasi dan pembangunan karakter siswa di Kota Medan. Pungkas Kadis Pendidikan Kota Medan, Laksamana Putra Siregar.

(Rikcy) 

Facebook Comments

Komentar