oleh

DPD Mapancas Kota Medan : Memperjuangkan Nasib Seluruh Guru Honor, merupakan Tonggak Sejarah Dunia Pendidikan Medan

MEDAN – newskabarindonesia.com: Ketua DPD Mapancas Kota Medan M Roufik Sitepu SE didampingi Sekretaris M Fajrin Permana, Bendahara M Franz Nanda Rambe M.Sos dan Wakil Ketua OKK Rio Pasaribu dan Wakil Sekretaris Elna Sipayung, menduga Kadis Pendidikan Kota Medan tidak baik dalam menjalankan tupoksinya, Senin (13/6/2022).

Hal ini menyampaikan DPD Mapancas Kota Medan pada awak media, terkait Gebyar Pendidikan Kota Medan yang akan menjadi tonggak sejarah dunia pendidikan dikota Medan adalah hal yang sangat keliru.

Selain itu, kepemimpinan Laksamana Putra Siregar sebagai kadis pendidikan kota Medan, diduga tidak mengerti dalam menjalankan tupoksinya sebagai orang nomor satu di dinas pendidikan Medan.

Berdasarkan hal tersebut Ia menyampaikan pesan kepada dinas pendidikan kota Medan terkhusus kepada kadis pendidikan kota Medan (Laksamana Putra Siregar dan sekretaris Pendidikan Kota Medan Kiki Zulfikar), terkait apa yang bisa menjadi tonggak sejarah dunia pendidikan kota Medan.

Menjadi salah satu tonggak sejarah dunia pendidikan di kota Medan adalah ketika dinas pendidikan kota Medan mampu perjuangkan seluruh nasib guru honor dengan sistem pengajian yang mapan.

Sekaligus membantu dalam mengeluarkan sertifikasi para guru honor agar passing grade mereka bisa bersaing dengan guru-guru baru untuk masuk menjadi P3K.

“Itu merupakan salah satu hal yang bisa dikatakan tonggak sejarah dunia pendidikan kota Medan,” Terang Roufik Sitepu

Dari apa yang saya sampaikan, hal mana yang telah dilaksanakan oleh dinas pendidikan kota Medan?.. Apakah dinas pendidikan sudah melaksanakan hal tersebut. Ulasnya kembali Roufik

Hal aneh ketika dinas pendidikan Medan mengatakan pelaksanaan kegiatan Gebyar Pendidikan Kota Medan, akan menjadi tonggak sejarah dunia pendidikan kota Medan. Sementara semenjak kepemimpinan Laksamana Putra Siregar menjadi kadis pendidikan Kota Medan, belum ada hal yang benar-benar menyentuh mengenai perubahan dunia pendidikan dikota Medan.

Masih dilanjutkan Roufik Sitepu, jangan pernah bermimpi akan terjadi perubahan wajah Pendidikan Kota Medan, kalau belum bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di dinas pendidikan kota Medan.

Seperti, memperjuangkan seluruh nasib guru honor dengan sistem pengajian yang mapan, kemudian membantu sertifikasi para guru honor agar passing grade mereka bisa bersaing dengan guru-guru baru untuk masuk menjadi P3K.

Sementara itu, adanya dugaan sistem pembelian buku yang tidak serempak diseluruh sekolah negeri Se-Kota Medan, sehingga bukunya tidak sama semua, Bebernya Roufik

Dimana hal tersebut berdampak disaat ujian kepada peserta didik dan terkhusus permasalahan kepala sekolah masih banyak yang belum definitif hampir di seluruh Sekolah Negeri Kota Medan.

Terkait mengenai kegiatan marching band, tarian multi etnis dan memainkan lagu dengan angklung yang merupakan bagian dari dimensi pelaksanaan IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) yakni profil Pelajar Pancasila, yang salah satu isinya mengangkat Thema kearifan lokal,

Kegiatan tersebut menelan biaya sebesar 1, 2 Miliar digunakan untuk pengadaan Baju Jalan Santai. Apa manfaat baju jalan santai itu pasca pelaksanaan kegiatan tersebut. Herannya

Diakhir penyampaian, Ketua DPD Mapancas Kota Medan M Roufik Sitepu SE, sampaikan pesan kepada Walikota Medan Bobby Nasution, segera merespon permasalahan ini.

” Walaupun kami tahu, pendidikan bukan salah satu program prioritas dan hal ini sebenarnya sudah bisa menjadi salah satu pertimbangan untuk mengevaluasi kinerja Kadis Pendidikan Kota Medan,” pungkasnya Roufik Sitepu

Facebook Comments

Komentar