MEDANnewskabarindonesia.com: Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) PN kota Medan tantang Walikota Medan non aktifkan Lurah dan Camat berani Mainkan serta Korupsi dana Kelurahan di kota Medan.

Hal itu dikatakan Budi Yanto, SH kepada wartawan saat dikonfirmasi wartawan di DPRD Kota Medan, Senin, (8/8) jalan Abdullah Lubis kota Medan.

Walikota Medan Bobby Nasution mampu untuk membuat efek jera kepada lurah-lurah Yang lain dikota medan dalam menjaga nama baik serta berjalanya program-program walikota Medan dengan baik.

Untuk itu, Budi meminta kepada Bobby Nasution selaku walikota Medan segera copot Lurah dan Camat yang melakukan dengan terang-terangan dan berani mainkan dana kelurahan. Terangnya

Dari pantauan Tim investigasi LSM Penjara PN beberapa waktu lalu terlihat jelas Proyek dana kelurahan di lorong Persaudaraan lingkungan 20 kelurahan Belawan 1, Kecamatan Medan Belawan dikerjakan tidak sesuai RAB yang telah ditentukan.

Selain itu, Budi minta kepada Walikota Medan melakukan sidak ke lingkungan 20 Lorong Persaudaraan, kelurahan belawan 1, kecamatan medan belawan. Apabila terbukti melakukan penyimpangan dalam pembangunan jalan beton sekaligus memainkan dana kelurahan maka copot Lurah dan camat yang berani mainkan dana kelurahan”, ucap Budi saat di wawancarai di gedung DPRD Medan.

Dari RAB jelas tinggi Coran 10 cm, tetapi fakta dilapangan berkisar 2 sampai 7 cm, hal ini tentu saja sangat merugikan masyarakat apalagi anggaran yang disiapkan cukup besar, belum lagi masalah pengajian yang tidak masuk akal dan terkesan banyak di potong oleh pokmas yang telah berkoordinasi sama lurah.

“Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat, belum lagi masalah pengajian yang banyak di potong oleh pokmas yang pastinya telah berkoordinasi sama Lurah”‘ ucap Budi yang juga aktifis kota Medan.

Sesuai dengan pidato beberapa waktu lalu mengenai Dana Kelurahan, walikota Medan mengintruksikan kepada lurah-lurah SE Kota Medan agar jangan main-main dengan dana kelurahan dan jika ada Yang berani akan ditindak tegas.

Pidato Walikota Medan tersebut diharapkan tidak hanya omong Doang sehingga kesannya hanya mencari simpatik dari masyarakat kota Medan, sekarang kami mau pembuktian,” kami ingin pembuktian dari isi pidato Walikota Medan beberapa waktu lalu sehingga terkesan tidak hanya omong doang”, ucap Budi menambahkan.

(Rikcy)

By NKI Medan

AKU ADA UNTUK MU

Comment

%d blogger menyukai ini: