BELAWANnewskabarindonesia.com: Dewan Pimpinam Cabang Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Medan Belawan meminta kepada Kapolda Sumut sekaligus BPH Migas dan Pertamina meninjau ulang SPDN Koperasi PPSB di Gudang Janda diduga salurkan BBM Solar Bersubsidi tidak sesuai Grosstone, Selasa (29/11/2022).

Menurut informasi dihimpun dari nelayan kecil di Kelurahan Bagan Deli Belawan merasa keberadaan SPDN Koperasi Pelabuhan Perikanan Samudera PPS Belawan tidak ada manfaatnya.

Dikatakan Budi Yanto SH, Ketua DPC LPM Kecamatan Medan Belawan didampingi Sekertaris Teuku Saman bahwa laporan dari nelayan yng mengeluh tidak bisa membeli minyak solar di SDPN milik Koperasi PPSB tersebut.

Padahal pangkalan minyak Solar Packed Dealer Nelayan (SPDN) diperuntukkan untuk nelayan kecil dengan 10 GT di PT Berjaya Usaha Sakti (Gudang Janda) di Jalan Pelabuhan Perikanan Belawan.

Untuk itu, Budi Yanto meminta kepada Kapolda Sumut dan Kepala Dinas Perikanan Sumut untuk turun kelapangan guna memeriksa kapal ikan di PT Berjaya Usaha Sakti (Gudang Janda) Gabion Belawan yang diduga tidak sesuai dokumen dalam pengambilan BBM Solar Bersubsidi.

Selain itu, tampak truk pengangkut gas bersubsidi muatan tabung 3 Kg dengan menyalurkan Gas Elpiji subsidi bebas diperuntukan untuk kebutuhan kapal ikan didalam gudang janda tersebut.

Lebih lanjut, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan ketika ditemui pengurus LPM Belawan disampaikan bahwa Kalabuh tidak berada dikantor. Ujar salah satu petugas PPSB

Disamping itu, SPDN hanya melayani kapal kecil bukan hanya melayani kapal ikan diatas 30 GT yang sandar di dermaga Gudang Janda, kata Budi Yanto SH

“Masih Budi Yanto, Setahu saya, sejak adanya SPDN itu, nelayan Belawan sulit mendapatkan minyak solar bersubsidi di SPDN itu,” katanya.

(Rikcy)

By NKI Medan

AKU ADA UNTUK MU

Comment

%d blogger menyukai ini: