Kapolda Sumut Diminta Tangkap Pengoplos Gas 3 Kg Jadi 12 Kg di Rengas Pulau Medan Marelan

Hukum dan Kriminal Medan

 

MARELANnewskabarindonesia.com: Dituding merugikan negara dan membahayakan warga sekitar, Kapolda Sumut, Irjen Panca Putra Simanjuntak diminta segera menutup lokasi pengoplos gas di Jalan Jala IV , GG. Sanjaya, Lingkungan 03, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan atau yang lebih dikenal dengan nama kawasan Touchit.

Kegiatan yang sudah berlangsung dua tahun ini diduga mengoplos gas 3 Kg bersubsidi untuk gas yang berukuran 12 kg ataupun tabung pink.

“Udah lama kali bukanya bang, heran juga kok gak ada yang berani menutupnya. Jangan-jangan kuat bekingnya yang punya ini. Tapi jaman sekarang mana ada beking-beking, kita minta supaya Kapolda Sumut segera turun langsung menutup lokasi dan menangkap para pelaku,” kata seorang warga sekitar kepada wartawan Kamis (13/6/2023).

Wanita berusia 45 tahun yang enggan namanya dipublikasikan ini menuturkan, bahwa dirinya menduga para pelaku pengoplos ini adalah penyebab kelangkaan gas bersubsidi di masyarakat.

“Bayangkan saja lokasinya sudah buka bertahun-tahun. Artinya berapa banyak negara dirugikan akibat perbuatan mereka. Belum lagi dampak yang ditimbulkannya terhadap masyarakat. Ini perbuatan serius, jadi jangan sampai ada masyarakat yang menjadi korban baru polisi bertindak,” tegasnya.

Lebih lanjutnya, Aktifitas pengalihan gas dalam tabung 3 kg menjadi 12 Kg komersil ini dikenal masyarakat luas dengan sebutan pengoplosan. Selasa (13/6/2023).

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak 2 tahun lebih beroperasi, gudang dikelilingi tembok ini membuat resah warga sekitar. Selain menimbulkan suara kebisingan, aktifitas pengoplosan tersebut juga rawan meledak dan menimbulkan kebakaran. Yang terparah, perbuatan ilegal tersebut juga menimbulkan langkanya ketersediaan gas melon ukuran 3 kg yang seharusnya dinikmati kalangan masyarakat bawah.

“Beroperasi udah lama bang. Bising suara yang ditimbulkan. Kami gak begitu banyak tau aktifitas didalam, tapi yang kami tau dari dalam gudang itu sering keluar masuk pickup bawa tabung gas biru dan merah jambu,” sebut warga disana.

Setelah mengetahui aktifitas dalam gudang, sebagian warga menyayangkan hal ini terjadi. Sebab menurut mereka, selain dapat membahayakan nyawa warga sekitar, pengoplosan gas ini ditenggarai menjadi salah satu penyebab sulitnya menemukan gas melon yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

“Untuk mendapatkan gas susah sekarang bang. Harus berkeliling warung baru bisa dapat. Kalau begitu ceritanya, pemerintah dan aparat harus segera bertindak agar kelangkaan gas dapat di tanggulangi,” tambah warga.

(TIM)

About The Author

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda...!