Subsidi Migas Picu Korupsi, Migas Watch Dukung Tim BPH Migas Tinjau ke Sumut

Hukum dan Kriminal Medan

MEDANnewskabarindonesia.com: Direktur Lembaga Independen Pengawasan Minyak & Gas (Migas Watch) Rion Arios, SH.MH, mendukung tim BPH Migas secara langsung melihat dalam pendistribusian minyak dan gas di wilayah Sumatera Utara sesuai UU Migas No. 22 Tahun 2001, Jumat (17/5/2024).

Kini, adanya asumsi yang timbul dikalangan masyarakat tentang dugaan penyelewengan distribusi minyak dan gas terjadi di wilayah Sumatera Utara.

Direktur Migas Watch Rion Arios SH. MH menyampaikan bahwa BPH Migas memiliki peran dan fungsi melakukan pengaturan pengawasan dalam penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak dan Gas Bumi serta pengangkutan Gas Bumi melalui pipa di usaha Hilir tersebut.

Dimana belum ada tindakan serius untuk mengamankan uang negara yang bakal mengalami kebocoran dalam bentuk tindak pidana korupsi. Dimana pemerintah telah menitipkan agar masyarakat memperoleh harga minyak dan gas dengan mudah.

Tentunya hal itu menarik perhatian Lembaga Independen Pengawasan Minyak & Gas (Migas Watch) untuk mendukung Tim Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) periode 2021-2025 secara langsung meninjau pendistribusian minyak dan gas di wilayah Sumatera Utara.

Direktur Migas Watch Rion Arios, SH, MH kepada wartawan di Medan, Kamis (16/5/2024) menyikapi kejadian, peristiwa yang melanggar Undang-undang No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas, secara khusus di Sumatera Utara atau Medan sekitarnya.

Guna memperhatikan peristiwa, kejadian penyalahgunaan distribusi minyak dan gas di Medan sekitarnya. Sudah seharusnya Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) melihat dan bertindak, datanglah ke Medan. Ajaknya

“Migas Watch sebagai lembaga independen siap diajak berdiskusi. Jangan ada pembiaran sehingga terkesan mendukung pelanggaran dan terjadinya dugaan tindak pidana yang diatur pada UU Migas, kerugian negara ini termasuk korupsi dan ordinary crime,” kata Rion juga berprofesi advokat.

Lanjutnya, sudah lama berlangsung aksi pengoplosan gas elpiji bersubsidi dari tabung 3 kg, serta masih sering ditemukan konsumen jumlah isi tabung yang kurang dari 3 kg.

Bahkan aksi menurunkan muatan minyak di jalan masih berlangsung, lihat saja berita-berita di media dan Mirisnya lagi pencurian minyak melalui pipa penyaluran ke instalasi juga tidak mendapatkan perhatian serius, setelah puluhan rumah masyarakat ludes terbakar, ada diambil tindakan. Kata Rion Arios

“Migas Watch juga memberikan perhatian dugaan aksi-aksi penyelewengan distribusi minyak yang terjadi di laut sebelum sandar di pelabuhan misalnya”.

Dimintakan tim BPH Migas lebih serius melaksanakan fungsinya mengatur dan menetapkan pemanfaatan bersama fasilitas pengangkutan dan penyimpanan BBM serta pengangkutan migas melalui pipa. Terang Rion Arios, SH. MH.

(Rikcy)

About The Author

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda...!