BELAWAN – newskabarindonesia.com: Melihat kondisi receiption facilities (RF) Pelabuhan Belawan sebagai tempat pengumpulan limbah bahan berbahaya dan beracun B3 menjadi tempat terkumuh di dalam kawasan objek vital nasional Ujung Baru Pelabuhan Belawan, Jumat (23/5/2025).
Sangat disayangkan, RF merupakan tempat pengumpulan B3 salah satu fasilitas Badan Usaha Milik Negara BUMN dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo Persero) Regional I Cabang Belawan tak berfungsi menjadi lokasi terkumuh.
“Padahal, Penyediaan fasilitas penerimaan (reception facilities) di pelabuhan atau dikenal dengan istilah RF, sebagai kewajiban untuk memastikan bahwa limbah dari kapal dapat dibuang dengan aman, efektif, dan efisien”.
Sehingga tidak mencemari lingkungan di daratan dan perairan. Fasilitas ini terdiri dari tempat penampungan untuk limbah minyak, limbah kimia, air balas yang terkontaminasi, dan sampah padat yang dihasilkan oleh kapal.
Ironisnya, receiption facilities (RF) Pelabuhan Belawan tersebut kini tak berperan penting lagi sebagai tempat pengumpulan limbah B3 dimana pengepul limbah B3 leluasa mengambil limbah dari operator kapal.
“Herannya, BUMN melalui PT Pelindo (Persero) Regional 1 Cabang Belawan tak mampu mengelola untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan RF di dalam objek vital nasional Pelabuhan Belawan.
Mengapa RF tak diupayakan aktif, Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan Jonedi Ramli melalui Humas Sabtia ketika dikonfirmasi RF terkumuh enggan memberikan tanggapan.
(Rikcy)






















