Sambut Jamaah Haji Kloter 17, Tim Dokter IDI Lampung Selatan Langsung Cek Kesehatan
Newskabarindonesia.com, LAMPUNG SELATAN– Dr. Wahyu W bersama tim dokter Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Lampung Selatan menyambut kedatangan para calon jamaah haji di Asrama Haji Bandar Lampung.
Kedatangan kali ini merupakan rombongan Kloter 17 dengan nomor penerbangan SV 5173. Rombongan tersebut terdiri dari 411 jamaah asal Lampung Selatan dan 28 jamaah dari Bandar Lampung.
Tim medis menyambut kedatangan para jamaah dengan penuh kekeluargaan. Sesaat setelah tiba, tim dokter langsung sigap melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap seluruh calon jamaah yang ada di asrama.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Wahyu W selaku perwakilan tim medis IDI Lampung Selatan menyampaikan ucapan selamat datang dan mendoakan keselamatan.
“Selamat datang kembali di tanah air. Kami ucapkan syukur Alhamdulillah, seluruh jamaah Kloter 17 tiba dengan selamat dan kondisi yang baik. Semoga menjadi haji yang mabrur, sehat, dan selamat sampai di rumah masing-masing,” ujar Dr. Wahyu.
Sementara itu, Drs. H.M. Ansori, M.Kom.I selaku Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Lampung memberikan keterangan terkait data dan kondisi jamaah haji Lampung tahun ini.
Ia menjelaskan, total jamaah haji asal Lampung tahun ini berjumlah 5.869 orang. Jumlah tersebut bertambah karena adanya tambahan kuota dari wilayah Jakarta.
“Untuk tahun ini, jumlah jamaah haji seluruh Lampung ada 5.869 orang karena ada tambahan dari Jakarta. Mereka terbagi dalam 13 kloter penuh menggunakan maskapai Saudi Arabian Express. Nantinya akan digabungkan dengan DKI menggunakan maskapai Garuda Indonesia sebanyak 136 orang untuk petugas gabungan di kloter terakhir. Di kloter terakhir itu tidak ada petugas dari Lampung, hanya kloter 1 Lampung sampai kloter 13 hingga kloter 7 dan kloter 21,” jelas Ansori.
Terkait kendala kesehatan, Ansori menuturkan bahwa hal yang biasa terjadi setiap tahunnya adalah keterlambatan keberangkatan akibat sakit, bahkan ada yang meninggal dunia namun sebelum masuk asrama.
“Untuk kendala, biasanya ada keterlambatan karena jamaah yang sakit. Setiap tahun memang ada, bahkan ada yang meninggal namun itu terjadi sebelum masuk asrama. Kemudian ada jamaah yang mungkin kelelahan, kami observasi dan rawat di klinik yang ada di sini, bahkan ada yang sampai dirujuk. Setelah dirawat dan dinyatakan sehat, mereka dikembalikan ke asrama haji lalu diterbangkan. Namun jika kondisinya belum memungkinkan, keberangkatan kita tunda dulu. Jika kesembuhannya berbarengan dengan kloter lain, kita gabungkan, tapi jika belum sehat ya kita tunda bahkan bisa batal,” tambahnya.
Dijelaskan lebih lanjut, hingga saat ini tercatat ada 16 orang yang keberangkatannya ditunda dengan berbagai macam alasan kesehatan.
Pemeriksaan kesehatan ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik jamaah tetap prima dan siap melanjutkan perjalanan menuju ketanah Suci dengan aman dan nyaman.
(Imron)
















