Tak Berkategori

Disparbud Lampung Selatan Gelar Pelatihan Pembuatan Souvenir, Angkat Motif Tapis dan Filosofi Lokal

Newskabarindonesia.com, LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) terus memperkuat sektor ekonomi kreatif berbasis budaya. Selasa (4/8/2026), pelatihan pembuatan souvenir digelar di Pantai Senaya sebagai langkah strategis menciptakan cendera mata khas daerah sekaligus media promosi pariwisata.

Kegiatan yang masuk dalam program Fasilitasi Pengembangan Kompetensi SDM Ekonomi Kreatif ini diikuti 75 peserta dari berbagai latar belakang, antara lain pengurus sanggar seni, komunitas ekonomi kreatif, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Kabupaten Lampung Selatan.

Mewakili Kepala Disparbud, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Muhammad Lekat menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelaku ekonomi kreatif sekaligus melahirkan produk cendera mata yang bernilai budaya dan berdaya saing.

Ada tiga target utama yang ingin dicapai: menghadirkan souvenir khas Lampung Selatan sebagai cendera mata resmi untuk tamu VIP dan berbagai kegiatan promosi daerah, memberdayakan perajin tapis lokal, serta mendongkrak popularitas Tapis Lampung sebagai identitas budaya yang dikenal luas secara nasional.

Baca Juga  WhatsApp-Image-2024-07-16-at-10.30.18-1-1024x645

“Produk lokal harus memiliki nilai seni, nilai ekonomi, sekaligus menjadi identitas daerah yang mampu menarik minat wisatawan,” tegasnya.

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi dari empat narasumber berpengalaman: Yoga Pramana (Raden Mas Kusuma Ratu), Hamzah, Yuni Safitri, dan Dudi Pramono. Materi mencakup inovasi desain souvenir, pengembangan produk ekonomi kreatif, hingga strategi pemasaran berbasis kearifan budaya lokal.

Salah satu narasumber, Yoga Pramana, memberikan apresiasi atas keseriusan Disparbud mendorong lahirnya produk ekonomi kreatif berbasis budaya. Ia berharap pelatihan ini melahirkan pengrajin kreatif yang mengangkat filosofi Tuping 12 Keratuan Darah Putih serta motif tapis sebagai kekuatan utama produk cendera mata khas Lampung Selatan.

Baca Juga  Hidangkan Pepes Ikan Ketibung, Disdikbud Pertahankan Masakan Khas Ulun Lampung

“Budaya tidak cukup hanya diwariskan, tetapi harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ketika wisatawan datang ke Lampung Selatan, mereka harus membawa pulang cendera mata yang memiliki cerita, filosofi, dan identitas daerah,” ujarnya.

Yoga juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak — pemerintah daerah, pelaku ekonomi kreatif, masyarakat adat, akademisi, hingga generasi muda — agar produk budaya Lampung Selatan mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur kearifan lokal.

Melalui kegiatan ini, Disparbud Lampung Selatan menargetkan lahirnya beragam produk souvenir unggulan berbasis motif tapis dan filosofi Tuping 12 Keratuan Darah Putih. Produk-produk tersebut diharapkan tidak hanya menjadi buah tangan khas wisatawan, tetapi juga memperkuat citra Lampung Selatan sebagai destinasi wisata budaya sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di Provinsi Lampung. (*)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *