BELAWAN – newskabarindonesia.com: Kondisi bongkar muat semen curah abaikan keselamatan kerja di dalam kawasan Objek Vital Nasional Ujung Baru Pelabuhan Belawan picu terjadi pencemaran udara dan kerusakan pada lingkungan, Selasa (20/5/2025).
Kurangnya pengawasan K3L pada kapal asing saat bongkar dengan muatan semen di dalam kawasan objek vital Nasional Ujung Baru Belawan terkesan lemah.
Padahal beberapa waktu yang lalu telah dilakukan Penandatanganan komitmen bersama penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L) akan tetapi tak merubah kegiatan bongkar muat semen yang efektif ramah pada lingkungan.
Amatan awak media dilapangan, saat kapal asing melakukan bongkar muatan semen curah itu merupakan suatu produk intermediet dalam produksi semen di dermaga 112 Ujung Baru Pelabuhan Belawan memicu polusi udara.
Ketika dikonfirmasi Farid Chairmawan, VP Komunikasi Korporasi PT Pelindo Multi Terminal menyampaikan Ya bang, ada beberapa komoditi yg berdebu, kita sudah mengingatkan utk penggunaan alat covernya ke para pekerja.
Dan juga utk antisipasi kita beberapa kali melakukan tes spirometer utk cek kesehatan para pekerja TKBM yg terkait, alhmdlh sejauh ini hasilnya masih baik, Ujarnya Kembali
” Terima kasih bang, krna itulah area pelabuhan itu berstatus area terbatas (restricted area) bang, agar masyarakat umum yg tidak terkait tidak terdampak krna kegiatan operasional. Ungkap Farid Chairmawan,” VP Komunikasi Korporasi PT Pelindo Multi Terminal.
Parahnya lagi, aktivitas bongkar muat semen terkesan tidak sesuai SOP (Standart Operasional Prosedur) diantaranya keselamatan dan kesehatan kerja lingkungan (K3L) atas kegiatan bongkar muat barang diwilayah kerja Pelabuhan.
Salah seorang pengguna jasa mengatakan Debu tersebut berkandungan material berbahaya dapat merusak kesehatan pada jaringan tubuh manusia.
Selain penerapan K3L lebih ditingkatkan, warga tersebut berharap stakeholder di Pelabuhan Belawan juga mendukung salah satu program dalam NLE (National Logistik Ecosystem) sesuai dengan INPRES no 5 Th 2020.
Selain itu, semen juga mengandung crystalline silica yang bersifat abrasif ke kulit. Kandungan tersebut berpotensi merusak paru-paru. Sedangkan kandungan kromium di dalamnya bisa menyebabkan reaksi alergi”, jelas seorang pengguna jasa pelabuhan itu kepada media.
Terkait K3L pada pekerja dan dampak polusi udara yang menyebar di areal kerja. Tentu bukan pertama kali terjadi di dermaga Ujung Baru Pelabuhan Belawan picu penyebaran polusi udara.
Parahnya, diduga kapal asing itu ketika melakukan bongkar muat barang Semen Curah di Ujung Baru Pelabuhan Belawan terkesan tidak menerapkan penting K3.
Gumpalan semen berdiameter 3 milimeter terlihat sangat jelas saat bongkar muat semen di kade 112 Pelabuhan Ujung Baru Belawan memicu timbulnya dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar lokasi kerja.
“Sudah seharusnya didalam Pelabuhan Ujung Baru Belawan setaraf Pelabuhan Internasional harus mendukung penerapan dan pengawasan K3L saat kegiatan bongkar muat barang di wilayah kerjanya,” Ucapnya
Ia berharap pengawasan didalam Pelabuhan Ujung Baru Belawan Medan Sumatara Utara lebih ditingkatkan untuk menjaga safety/keamananya.
“Oleh sebab itu, truk mengangkut barang yang dioperasikan didalam Pelabuhan memiliki usaha KBLI guna kepentingan kelancaran, ketertiban, keselamatan, dan keamanan pengiriman barang”. Pungkasnya
(Rikcy/tim)





















