Tak Berkategori

Tower 62 Meter di Way Belerang Picu Resah, Warga Merasa Dibohongi, Proyek Diduga Sarat Kejanggalan

Lampung Selatan – Newskabarindonesia.com |
Pembangunan tower telekomunikasi milik PT Centera Tama CMI di Dusun Way Belerang RT 006, Kecamatan setempat, memantik gelombang keresahan warga. Menara setinggi 62 meter itu berdiri hanya sepelemparan batu dari rumah penduduk, memunculkan ancaman keselamatan yang nyata.

Ironisnya, di lapangan para pekerja disebut bekerja tanpa alat pelindung diri (APD). Fakta ini diakui langsung oleh Riduan, anggota BPD Dusun 04.
“Seharusnya mereka memakai APD, tapi kenyataannya tidak,” ujarnya tegas.

Keganjilan makin bertambah ketika Badru, yang disebut sebagai utusan PT Centera Tama CMI, mengaku tidak tahu menahu soal pembangunan tower saat dihubungi awak media.

Baca Juga  Lanal Lampung Dan Brigif 4 Marinir Grebek Gudang Babby Lobster Di Perumahan Mewah

Tak berhenti di situ, sejumlah warga mengaku tidak pernah dilibatkan dalam sosialisasi maupun proses perizinan. Meski Kepala Desa mengklaim bahwa perusahaan sudah mengantongi izin dari pemerintah desa, namun fakta di lapangan menunjukkan banyak hal janggal.

Ketua RT setempat bahkan buka suara. Ia menyinggung soal pembayaran material proyek yang belum dilunasi, serta kontrak kerja sama selama 11 tahun dengan nilai Rp165 juta yang hingga kini tak jelas juntrungannya.
“Dana itu belum pernah kami terima,” ungkapnya.

Baca Juga  WhatsApp-Image-2024-05-27-at-18.18.53

Keluhan warga semakin memanas ketika kompensasi yang dijanjikan ternyata hanya Rp300 ribu per rumah, tanpa kejelasan apakah itu dibayar bulanan atau hanya sekali untuk kontrak panjang.
“Kalau ada musibah bagaimana? Tower ini tinggi sekali, jaraknya terlalu dekat dengan rumah kami. Dampak kesehatan dan keselamatan pun tidak pernah dijelaskan,” keluh salah seorang warga.

Masyarakat mendesak pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan. Mereka menuntut pembangunan tower dikaji ulang demi menghindari keresahan yang lebih besar dan potensi bahaya di masa mendatang. (Red)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *