Medan

Truk BK 8053 LO Konslet, Percikan Api Dipadamkan Security Gate 3 Pelindo Belawan

BELAWANnewskabarindonesia.com: Kendaraan truk nomor polisi BK 8053 LO bermuatan container mendadak konslet bagian kabel di pintu otomatis gate 3 PT Pelindo (Persero) Regional 1 Cabang Belawan merusak citra logistik Nasional, Rabu (1/4/2026).

Kendaraan truk beroperasi di Pelabuhan Belawan rata rata memiliki Singel Truck Indentification Data (STID) perlu di kaji ulang secara berkala guna mengurangi terjadi insiden yang serupa.

Percikan api berhasil padam di bantu security dengan alat seadanya di gate 3 PT Pelindo (Persero) Regional 1 Cabang Belawan perlu pengawasan ketat dalam kelayakan kendaraan.

Baca Juga  Sewa Lahan PT KAI (Persero) Belawan, Diduga Kotraktor Kerjakan Proyek Tanpa Izin HO dan Plang PGB

Meskipun, STID mengintegrasikan data kelayakan kendaraan, pengemudi dan perusahaan belum menjamin kelayakan kendaraan sesuai peruntukan rentan menimbulkan resiko kecelakaan kerja.

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Utama KSOP Belawan jangan menertibkan STID bagi kendaraan dinilai tidak layak beroperasi sesuai standart di Pelabuhan Belawan melakukan aktivitas.

Kendaraan dapat kena sanksi hukum bila terbukti abaikan standart keselamatan sesuai Undang Undang Lalu Lintas dan Aangkutan Jalan (UU LLAJ) menegaskan setiap angkutan barang wajib memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.

Baca Juga  Tanpa Stiker Perusahaan, Tanki BBM Solar Tidak Dipersoalkan Beraktivitas

Kami telah menerima laporan insiden tersebut dan saat ini masih melakukan penelusuran.

Humas PT Pelindo (Persero) Regional 1 Cabang Belawan sampaikan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, dan informasi lanjutan akan kami sampaikan setelah proses selesai.

Kejadiannya terjadi tiga hari lalu dan telah ditangani petugas di gate sesuai prosedur, sehingga kondisi cepat terkendali tanpa mengganggu operasional.

“Kami mengimbau pengguna jasa untuk memastikan kondisi kendaraannya aman sebelum memasuki area pelabuhan. Pelindo tetap berkomitmen menjaga keselamatan di area operasional”.

(Rikcy)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *