MARELAN – newskabarindonesia.com: Orang tua murid siswa/i kecewa, raport belum dibagikan biaya SPP sekolah segera dilunaskan sampai dua bulan sekaligus terjadi belakangan ini di SMA Negeri 16 Medan.
Pantauan media dilapangan,
Dimasa pandemi Covid19, ada pula oknum perangkat kerja di SMA Negeri 16 Medan membebankan biaya SPP sekolah dengan membayar dua bulan sekaligus kepada wali murid, siswa/i SMA Negeri 16 Medan. Sabtu (10/7/2021).
Diketahui sebelumnya, sebahagian siswa/i SMA Negeri 16 Medan belum menerima raport (kumpulan nilai tengah semester) sebelum membayar SPP sekolahnya.
Hal tersebut diungkapkan RS, salah satu orang tua murid yang tampak kecewa saat keluar dari sekolah (SMA N 16 Medan) yang berada di Jl. Kapten Rahmat Buddin, Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan Prov. Sumatera Utara.
Dimana, orang tua murid RS tidak bisa menerima raport / kumpulan nilai tengah semester milik anaknya. Sebab orang tua murid harus membayar dulu uang SPP sekolah dua bulan sekaligus.
Saat itu, dimana RS dan orang tua murid lainnya harus membayar SPP sekolah sekaligus dua bulan yaitu di bulan Juli dan Agustus.
“Sementara, saat ini, sektor ekonomi sedang dilanda Pandemi Covid 19”.
Beberapa siswa/i maupun orang tua murid tampak hadir di sekolah untuk melunasi SPP sekolah walupun tampak kecewa.
Setelah selasai melakukan pembayaran SPP sekolah, Tampak kekecewaan orang tua murid. Ia lah bang, SPP sekolah harus dibayar dari pada raport anak saya tidak siap. Cetusnya wali murid yang tergesa-gesa hendak meninggalkan sekolah SMA N 16 Medan.
RS menjelaskan, sekitar 23 siswa/i di SMA Negeri 16 Medan telah dicatat, yang tidak mengikuti pelajaran daring/online tidak akan naik kelas. Katanya
Tiba-tiba oknum guru tersebut dengan segera meminta kepada wali murid untuk langsung membayar biaya SPP sekolah dua bulan sekaligus. Lalu raport nya akan dibagikan. Katanya
Kaget mendengarnya, dikabarkan anaknya akan tinggal kelas, sementara Raport anaknya belum diterima, malah harus bayar SPP sekolah lagi dua bulan sekaligus. Herannya
Saat hendak membayar SPP sekolah anaknya diruang Tata Usaha SMA N 16 Medan. Kemudian, terjadi dialog antar orang tua murid dengan Wakil Kepala sekolah SMA N 16 Medan.
Kekecewaan diungkapkan RS (orang tua murid) kepada awak media. RS berharap agar ada kebijaksanaan pihak sekolah SMA NEGERI 16 Medan terkait biaya SPP sekolah untuk melunasi dua bulan sekaligus di pertimbangkan.
RS pun berharap adanya tunggakan Pembayaran apapun tidak menghambat proses kegiatan siswa/i disekolah.
Biarlah segala urusan pembayaran menjadi urusan orang tua murid walupun nantinya akan dilunasi. Asal jangan menganggu kegiatan pendukung disekolah. Harapnya RS (orang tua murid).
Terpisah, saat dikonfirmasi Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 16 Medan (Rajab) melalui pesan whatsapp hingga berita di tayang, Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 16 Medan masih enggan untuk memberi keterangannya terkait hal ini.
(Ricky)









