Apakabar INDONESIA

Banjir Dibelawan Tanpa Solusi, FABB Segera Blokade Jalan Pelabuhan

BELAWAN – newskabarindonesia.com: Pemko Medan dan Pemerintah Daerah Sumut terkesan lambat dalam hal menangani banjir Rob di Kecamatan Medan Belawan, Rabu (18/5/2022).

Disampaikan oleh Ketua Umum Forum Anak Belawan Bersatu (FABB), R. Khairil Chaniago akan melakukan Blokade Jalan Tol menuju Pelabuhan Belawan.

Kedepannya, bila Pemko Medan dan Provinsi Sumut lamban dalam penanganan Banjir Rob di Belawan kita turun dan blokade Jalan menuju Pelabuhan.

Sebab, saat ini semakin mengganas banjir ROB menerjang wilayah kota belawan dan sekitanya yang telah menenggelamkan hampir 95 persen daratan yang ada. Ujar Khairil Chaniago

Dalam beberapa hari ini masyarakat merasakan keresahan dan penderitaan karena banyak diantaranya tidak dapat beraktivitas secara ekonomi dan harus pula berjibaku untuk membentengi rumahnya agar air laut jangan sampai masuk kedalam rumah, dan sebagian lainnya pasrah harus kerja ekstra menguras air laut yang masuk kedalam rumah yang sekaligus menjaga barang – barang rumah tangga serta menjaga anak anak balita agar tidak sampai menjadi korban seperti kasus yang telah terjadi sebelumnya.

Dalam situasi seperti ini membuat salah satu elemen Organisasi masyarakat Forum Anak Belawan Bersatu (FABB) merasa kecewa terhadap Pimpinan Pemko Medan dan provinsi Sumut yang terkesan lambat dalam mengentaskan persoalan yang telah terjadi bilangan tahun ini. Ujar Ketua Umum FABB

Baca Juga  'KISAH INI' Singgle Perdana Deddy Davie Untuk Remaja Galau

R Khairil Chaniago menambahkan kami akan berencana melakukan Aksi Massa yang lebih besar lagi dari yang pernah dilakukan sebelumnya. Jelasnya

Kemudian, Ketua Umum FABB, R. Khairil Chaniago mengutarakan akan segera melakukan konsolidasi secara terpadu untuk mengerahkan ribuan massa aksi untuk menuntut lambannya kinerja pemerintah dalam menuntaskan Banjir Rob di belawan dan sekitarnya.

Adapun target massa aksi yang akan turun dalam “Aksi Peduli Rakyat Pesisir” di targetkan sebanyak 10 ribu orang dengan skema aksi Longmarc di sepanjang jalan utama kota belawan dan parade orasi di Jalan Tol Belmera, Belawan. Jelasnya kembali bung Khairil Chaniago

Masih Khairil Chaniago, jika selama ini kota belawan tenggelam oleh air pasang laut, maka nanti kami akan tenggelamkan jalan tol Belmera dengan Massa Aksi dan saya berjanji akan membuat jalan tol menjadi lautan manusia dari warga belawan dan sekitarnya yang selama ini suara dan harapannya telah terpasung oleh janji- janji pemerintah yang tak kunjung di tepati. Tegasnya

Selain itu, Konsolidasi sudah kami lakukan kepada beberapa pimpinan simpul masyarakat baik yang ada di belawan maupun kecamatan lain yang terdampak dan kami mendapat dukunganyang signifikan sekaligus koordinasi dengan para Tokoh Gerakan Nasional juga sedang di rajut agar mereka ikut hadir dalam aksi massa yang direncanakan.

Baca Juga  Amankan Pilkada 2020 Sumut, Pangdam dan Kapolda Pimpin Patroli Skala Besar

Lebih lanjut di paparkan oleh khairil, bahwa sebenarnya ada beberapa solusi yang sudah kami tawarkan kepada pemerintah dan semuanya tercantum didalam 6 (enam) Tuntutan Masyarakat Belawan yang sudah kami sampaikan kepada gubernur sumut dan walikota medan dalam unjuk rasa beberapa bulan yang lalu.

Namun apa yang telah kami ajukan seperti laksana yang dianggap angin lalu dan sampai sekarang belum ada informasi yang jelas, terkait hal –hal teknis maupun waktu yang ditetapkan. Kata Bung Khairil

Jika pemerintah punya mekanisme penanganan banjir rob dalam bentuk yang lain, mohon disampaikan kepada kami dan dibahas secara komfrehensif /menyeluruh tanpa ada yang ditutup-tutupi baik dalam kajian teknis ataupun kendala yang ada. Jelasnya

Jadi pada kesempatan ini, perlu kami sampikan kepada bapak walikota maupun gubernur, jika dalam “satu bulan” ini tidak ada respon terhadap upaya penanganan banjir rob yang jelas, maka izinkan kami berkumpul untuk menyampaikan keluh kesah kami secara terbuka melalui Aksi Massa.

“Opsi blockade jalan Tol Belmera adalah bentuk ekspresi kekecewaan masyarakat belawan atas bungkam nya pemerintah kota medan dan provinsi sumut dalam menyelamatkan kota kecil yang telah berkontribusi besar bagi Indonesia, sumatera utara dan kota medan,” tegas Khairil Chaniago.

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *