Tulangbawang Barat : Isu dugaan penyalahgunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2023 Ditiyuh Wonokerto Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat kian santer terdengar.
Isu liar menyebut Kepalow Tiyuh Wonokerto Beniyansah,ST diduga telah menyalahgunakan anggaran dana desa tahun 2023 yang diduga tidak sesuai peruntukannya.
Berikut data dugaan penyalahgunaan Dana Desa Tahun 2023 di Tiyuh Wonokerto yang berhasil di kumpulkan reporter newslabarindonesia.com Budiman : Pengunaan Sarana prasarana kepemudaan dengan Anggaran pada tahap 1. (Pertama) Rp.78.xxx.xxx,- selanjutnya tahap 2 (Kedua). Rp.10.xxx.xxx,-total penggunaan sarana prasarana kepemudaan berupa perbaikan lapangan Rp.88.xxx.xxx,-
Dari pantauan media dan kroscek lapangan, pengerjaan proyek yang di ambil dari dana desa Tahun 2023 terkesan asal jadi salah satunya pada item pemeratakan tanah dan pembelian rumput. Dimana rumput yang ditanaman hanya setengah lapangan, dan diduga Kepalow Tiyuh Wonokerto Beniyansah,ST terindikasi markup anggaran pada pelaksanaan proyek tersebut.
Selain itu bantuan langsung tunai BLT tahap 1 (Pertama) Rp.24.300.000,-Tahap 2 (Bantuan Langsung Tunai) Rp.48.600.000,- Tahap 3 (Bantuan Langsung Tunai) BLT Rp.97.200.000,-untuk (Keluarga penerima manfaat).KPM sebanyak 27 orang pada anggaran 2023 dan bila di kalkulasikan jumlah KPM 27x 3600.000,- selama setahun Rp.97.200.000,-. Dan yang menjadi pertanyaan BLT tahap 1 Dan II dikemanakan anggarannya.
Dikonfirmasi di ruangannya Beniyansah enggan meberikan komentar bahkan dengan nada tinggi dan terkesan arogan sang kepalo tiyuh menyebut pertanyaan yang di tanyakan wartawan terkesan mencari kesalahan.
“Sampean cari kesalahan saya,yang ini lo salahnya,”ujar beniyansah.
“ini Wonokerto lo mas. Ucapnya
(MeBu/Red)


















