Kisah Pilu Ismi Ali: 3 Tahun Hilang, Tak Digaji, Dianiaya, hingga Nekat Terjun ke Laut Papua
Newskabarindonesia.com, LAMPUNG SELATAN, 17 April 2026 – Setelah tiga tahun dinyatakan hilang tanpa kabar, Ismi Ali (40 tahun), warga Dusun 02, Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, akhirnya bisa kembali ke pelukan keluarga. Nasib tragis menimpanya setelah menjadi korban calo kerja kapal ikan yang menjanjikan pekerjaan, namun justru memperlakukannya dengan tidak manusiawi.
Sebagai bentuk dukungan dan perhatian, Wakil Ketua III DPRD Lampung Selatan yang juga Ketua DPC PAN Lampung Selatan, Bella Jayanti, S.Kom., M.B.A., melalui timnya menyambangi kediaman korban pada Jumat (22/4/2026).
Dalam kunjungannya, Dian Rizki selaku perwakilan tim menyampaikan permohonan maaf karena Ibu Bella Jayanti belum bisa hadir langsung dikarenakan ada keperluan mendesak. Ia membawakan pesan serta bantuan paket sembako untuk keluarga.
“Saya mewakili Bu Dewan Bella Jayanti untuk memberikan bantuan sembako, semoga bermanfaat. Bu Bella berpesan agar tetap semangat, jangan putus asa, semoga segera pulih dan mendapatkan pekerjaan yang layak di kampung halamannya,” ujar Dian Rizki kepada media.
Ia juga menambahkan pesan agar masyarakat lebih berhati-hati. “Kedepannya jangan mudah percaya dengan janji manis gaji besar untuk bekerja hanya dengan modal KTP saja,” tegasnya.
Kepulangan Ismi bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan sebuah mukjizat dari perjuangan hidup dan mati. Di atas kapal tangkap ikan rute Muara Angke – Papua, Ismi tidak hanya kehilangan kemerdekaannya, tapi juga fisiknya. Selama bekerja ia tidak pernah menerima upah, bahkan mengalami kekerasan yang membuatnya sempat lumpuh dan depresi berat.
Dalam puncak keputusasaan, Ismi Ali mengambil langkah nekat. Ia menceburkan diri ke gelapnya laut Papua. Dengan sisa tenaga yang ada, ia berenang menembus ombak hingga akhirnya berhasil mencapai pantai di wilayah Mimika.
“Di sanalah, takdir mempertemukan Ismi Ali dengan warga lokal dan relawan Mimika Respon Cepat (MRC) pimpinan Agung Arie Perdhana yang merawatnya hingga pulih,” terang Ahmad Safruddin, Pendamping Sosial Kementerian Sosial RI.
Kepala Dinas Sosial Lampung Selatan, Puji Sukanto, menyatakan bahwa pemulangan ini adalah prioritas utama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Pemkab-Lamsel) di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama.
“Kami tidak akan membiarkan warga kami berjuang sendirian di perantauan tanpa perlindungan. Kasus Ismi Ali adalah pengingat bagi kita semua untuk mempererat sinergi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat,” ungkap Puji.
Menurutnya, selama tujuh hari terakhir, birokrasi lintas provinsi ditembus demi memastikan putra daerah ini kembali ke rumah dengan selamat.
“Kami berharap kasus ini tidak pernah terulang lagi. Ini menjadi pelajaran untuk lebih waspada terhadap tawaran kerja yang tidak jelas prosedurnya,” ujarnya.
Sementara itu, Bella Jayanti juga menghimbau para generasi muda, khususnya yang baru lulus sekolah atau sedang mencari kerja, agar lebih bijak dan cerdas menyaring informasi yang beredar di media sosial.
“Mohon untuk lebih berhati-hati. Pihaknya juga mengajak semua lapisan untuk melakukan pembinaan, mulai dari tingkat Kecamatan hingga Desa, agar anak-anak tidak salah jalan dan terjerat penipuan kerja,” tutupnya. (Imron/Red)


















