newskabarindonesia.com-Tubaba : isu dugaan manipulasi data harga bahan bangunan pada proyek bedah rumah di Kabupaten Tulangbawang Barat mulai menemui titik terang.
Seperti yang terjadi di Kelurahan panaragan Jaya Kecamatan Tulang bawang Tengah Kabupaten Tulang bawang Barat.
Sukardi salah satu warga penerima manfaat bantuan bedah rumah Tahun Anggaran 2023, mengaku bahwa selama mendapat bantuan bedah rumah ia sama sekali tidak pernah mengatahui matrial bahan bangunan apa saja yang di butuhkan dan berapa total jumlah barang yang beli.
Melalui pengakuan jujurnya, pria ini mengaku ia hanya menerima nota kosong yang di sodorkan pemilik toko tanpa mengatahui jumlah satuan harga matrial alias nota kosong.
“Totalnya 20 juta untuk material di angka 18 juta sedangkan untuk upah tukang 2 juta, material yang kita terima kurang karena kita tidak mengetahui total material secara rinci dan harga satuannya seperti semen hanya 10 sak,genteng,asbes.dan saya merasa total material tidak sampai 18 juta”,ucap kardi.
Terpisah di wawancara waratawan, Woto pemilik toko ini mengaku ia tidak pernah mengisi nota harga satuan barang pada proyek bedah rumah.
Hal tersebut di lakukan atas perintah oknum salah satu dinas di Provinsi Lampung bernama Edi. Ia menyebut tegas Edi meminta kepada ia selaku pemilik toko untuk tidak pernah mengisi harga satuan matrial bangunan.
Pemilik toko hanya diberikan kewenangan untuk membatasi penerima manfaat bantuan bedah rumah untuk mengambil barang dengan besaran limit yang sudah ditentukan. Selajutnya pemilik toko hanya menyerahkan nota kosong.
Apakah Edi bekerja sendiri tanpa melibatkan pamong desa setempat! (Mebu/Red)

















