Apa Kabar Lampung

Dugaan Alamat Perusahaan Tidak Sesuai, Proyek Binkesmas Dinkes Lamsel Menimbulkan Tanda Tanya

Newskabarindonesia.com, Lampung Selatan – Proyek rehabilitasi gedung Bina Kesehatan Masyarakat (Binkesmas) di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) kini menjadi sorotan publik setelah ditemukan dugaan ketidaksesuaian alamat perusahaan pemenang lelang. Tak hanya itu, keheningan Pelaksana Tugas (PLT) Kadis Kesehatan Lamsel Sumantri terkait papan informasi proyek yang dipasang di belakang pagar kantor juga menambah keraguan.

Dilaporkan, proyek dengan pagu anggaran Rp418,9 juta itu telah melalui tender ulang di aplikasi SPSE (Sistem Pengadaan Secara Elektronik) https://spse.inaproc.id. Empat perusahaan berpartisipasi, antara lain CV Karya Kontruksi (Rp393 juta), CV Langgeng Maju Perkasa (Rp397 juta), CV Sangga Buana (Rp404 juta), dan CV Anabae Karya (Rp410 juta).

Baca Juga  Hari Pelanggan Nasional: PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Cabang Belawan Komitmen Tingkatkan Pelayanan

Akhirnya, CV Anabae Karya dinyatakan sebagai pemenang dengan harga negosiasi dan kontrak senilai Rp409 juta. Sementara itu, CV Sangga Buana dinyatakan tidak memenuhi persyaratan teknis.

Masalah muncul ketika diperiksa alamat perusahaan. Di berkas lelang dan aplikasi SPSE, CV Anabae Karya tercatat beralamat di Jl Merbau Gg Mentru II, LK II, RT 003 Tanjung Raya Bandarlampung. Namun, di papan informasi proyek yang dipasang di belakang tembok pagar Dinkes Lamsel, alamat yang tertera adalah Jl. Nunyai Gg Bungsu II Rajabasa Anunyai Rajabasa Bandarlampung.

Baca Juga  Anggota Komisi I DPRD Lampung Hadiri Rakor Persiapan Pengamanan Pemilu 2024

Keadaan ini dianggap melanggar Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) No. 14 Tahun 2008, dengan dugaan pembohongan publik terkait informasi proyek publik. Menurut ketentuan UU tersebut, pengelola proyek dan pihak Dinkes Lamsel terancam sanksi denda hingga Rp1 miliar atau pidana penjara.

Sampai berita ini diterbitkan, tim media belum mendapatkan tanggapan apapun dari pihak Dinkes Lamsel. Perusahaan pemenang juga sulit dikonfirmasi karena perbedaan alamat yang tercatat.

(Tim Media)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *