Home / Tak Berkategori

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:55 WIB

BURUK TANPA KONSEKUENSI, BAIK TANPA HADIAH! KOMISI III SERANG SISTEM REKANAN PUPR LAMSEL – ANGGARAN Rp267,6 MILYAR TERANCAM TIDAK OPTIMAL”

Newskabarindonesia.com, KALIANDA – Komisi III DPRD Lampung Selatan membuka suara keras terkait kualitas pekerjaan rekanan di lingkup Dinas PUPR Provinsi Lampung Selatan. Anggota Komisi III, Ismail, mengaku sering menemukan kualitas pekerjaan yang buruk namun tak mendapatkan apapun, sementara rekanan yang konsisten berkinerja baik juga tak mendapatkan apresiasi.

“Kalau terus begini, bakal jadi preseden buruk! Rekanan lain bakal berpikir tidak perlu menjaga kualitas karena yang mengenyampingkan pun tak dinilai,” ujar Ismail dalam rapat dengar pendapat pada Selasa (21/1/2026).

Komisi III bahkan menuntut Dinas PUPR segera ciptakan sistem evaluasi kinerja pihak ketiga dengan memberikan reward berupa prioritas atau poin tambahan agar persaingan menjadi sehat dan kompetitif.

Baca Juga  Nama Lucky Agung Sebagai Calon Pj Gubernur Lampung, Begini Kata DPRD

Hal ini menjadi sorotan karena total alokasi anggaran pembangunan infrastruktur tahun 2026 mencapai Rp267,6 milyar, dengan Bidang Bina Marga mendominasi dengan Rp178 milyar. Sebesar Rp100 milyar di antaranya merupakan pinjaman dari PT SMI.

Kepala Bidang Bina Marga, Hasanuddin, menyatakan fokus tahun ini adalah 97 ruas jalan dengan panjang total 535 KM yang mencakup jalan wisata, industri, dan rawan bencana. Namun, hingga kini masih ada proses koreksi untuk rencana 10 ruas jalan kabupaten.

Baca Juga  Buat Laporan Palsu Kehilangan Motor, Karyawan Mini Market di Bandar Lampung Diringkus Polisi

Tak hanya itu, ditemukan juga 13 paket pekerjaan tahun 2025 yang molor hingga 2026. Sekretaris PUPR, Cheppy Bahuga, menjelaskan bahwa beberapa di antaranya sudah PHO dan diberikan waktu hingga 50 hari pasca kontrak dengan sistem denda per hari.

“Kualitas harus jadi prioritas utama, apalagi dengan anggaran yang besar dan sebagiannya dari pinjaman. Jangan sampai uang rakyat terbuang percuma karena sistem yang tidak adil,” tegas salah satu anggota dewan yang tidak ingin disebutkan namanya. (Red)

Share :

Baca Juga

Tak Berkategori

Lari Sore Hingga Konser Musik, ASDP Ajak Masyarakat Ramaikan Bakauheni Harbour City

Tak Berkategori

Kodaeral I dukung Generasi Muda Ikuti Pendidikan Ekstrakurikuler KKRI di Belawan‎

Tak Berkategori

Tak Berkategori

Semarak HUT TNI 81 : Kodaeral I Gelar Baksos Setetes Darah Sejuta Harapan

Hukum dan Kriminal

‎Perbudakan Modern di Kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Hambat Kesejahteraan Sosial

Tak Berkategori

‎TRAGIS! Awak Kapal Ikan Tewas di PALKA Beracun KM Pulau Samosir, Istri Hanya Terima Santunan Seadanya

Tak Berkategori

‎Perkuat Silaturahmi Dan Sinergitas, PB Pendawa Indonesia Kunjungi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan

Tak Berkategori

Zulhas Tinjau Penyaluran Bantuan Pangan di Lamsel, Setiap KPM Terima 30 Kg Beras Sekaligus