Dapur Makan Bergizi Gratis di kedaton Kalianda Dikeluhkan Warga, Bau Tak Sedap Ganggu Permukiman
Newskabarindonesia.com, Kalianda, Lampung Selatan – Operasional dapur Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Yayasan Aksi Rumah Inspirasi (YARI) di Jalan Lukah Krinjing, Desa Kedaton 1, Kecamatan Kalianda, menuai keluhan dari warga sekitar. Dugaan pencemaran lingkungan muncul akibat bau tak sedap yang berasal dari instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan tumpukan sampah dapur.
Keluhan ini terasa semakin mengganggu seiring meningkatnya aktivitas dapur pada jam operasional pagi hingga siang hari. Warga mengaku mencium bau sangat menyengat yang menyebar ke area permukiman, sehingga menurunkan kenyamanan mereka sehari-hari.
Tidak hanya soal bau, warga juga mengkhawatirkan dampak jangka panjang. Meskipun dapur telah dilengkapi sistem penyaringan limbah, warga tetap waspada karena berpotensi mencemari kualitas air sungai di lingkungan sekitar tempat tinggal mereka.
“Programnya bagus dan kami sangat mendukung. Tapi dampak lingkungannya juga harus diperhatikan, jangan sampai malah merugikan warga yang tinggal di sekitar sini,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (11/5/2026).
Warga menegaskan setiap dapur pelayanan makanan wajib memenuhi standar sanitasi yang berlaku, agar tidak memicu risiko masalah kesehatan maupun kerusakan lingkungan di kemudian hari.
Saat dikonfirmasi, pihak pengelola dapur justru mempertanyakan asal usul keluhan tersebut. Mereka mengaku belum pernah menerima laporan langsung dari warga sekitar.
“Kami sudah tiga kali mendengar hal yang sama, tapi sampai saat ini belum ada warga yang datang menyampaikan keluhan secara langsung. Bahkan warga RT setempat sering berkunjung ke sini,” kata pengelola dapur.
Pengelola juga menyatakan bahwa dapur ini sudah beroperasi selama sembilan bulan dan rutin mendapat pengawasan. “Sudah empat kali diperiksa oleh Dinas Kesehatan, Puskesmas Way Urang, dan Dinas Lingkungan Hidup setiap 2–3 bulan sekali. Kalau ada kekurangan, kami pasti segera perbaiki,” tambahnya.
Namun saat ditinjau langsung oleh tim media, tercium jelas bau busuk yang sangat menyengat di area pembuangan limbah. Kondisi limbah yang dibuang pun tampak berdampak pada perairan di sekitar lokasi dapur.
Dapur ini sendiri melayani pasokan makanan bagi 2.021 siswa yang bersekolah di 15 sekolah yang tersebar di wilayah Kecamatan Kalianda.
Masyarakat berharap Pemerintah Desa Kedaton, pihak kecamatan, hingga dinas terkait dan Bupati Lampung Selatan segera turun tangan melakukan pengecekan langsung. Mereka meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan limbah dan sampah dapur.
Kepala Desa Kedaton, Junaidi S.E., menanggapi dengan menyarankan agar pengelola dapur segera memperbaiki kondisi tersebut.
“Saya imbau pihak pengelola untuk segera menindaklanjuti keluhan ini dan terbuka menerima kritik. Masukan ini demi kemajuan dapur itu sendiri, agar program yang baik ini tetap berjalan tanpa mengganggu warga sekitar,” tegas Junaidi, Jumat (15/5/2026).
Warga tetap menyatakan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis, namun berharap pelaksanaannya tetap memperhatikan aspek kesehatan lingkungan dan kenyamanan masyarakat. (Red)


















