Newskabarindonesia.com (lamsel)- Sampah di areal Pasar Inpres Kalianda dibiarkan menumpuk, tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan dalam mengelola sampah dinilai tidak maksimal.
Hal itu dibuktikan, sampah terlihat menggunung dan berceceran dijalan. Sehingga menuai protes dari masyarakat.
Menurut salah satu pedagang. Sampah yang sebagian besar kulit buah kelapa itu, sejak beberapa minggu lalu tidak di angkut oleh petugas kebersihan.
“Dari awal bulan puasa sampai sekarang, sampah kulit degan itu gk diangkut bg. Lihat saja sampe berceceran menutupi badan jalan.” Keluh Udin salah satu pedagang di pasar, Selasa (24/3/2025).
Selain berserakan lanjutnya. Sampah tersebut sudah mengeluarkan aroma tidak sedap, sehingga mengganggu para pengunjung pasar.
“Jika dibiarkan kondisinya seperti ini, tentu masyarakat enggan untuk berkunjung kepasar.”
Udin berharap, intansi terkait tidak tutup mata dengan kondisi seperti ini.
“Kami berharap keluhan ini dapat segera ditindak lanjuti, agar pasar terlihat bersih dan tidak bau, sehingga pengunjung pasar bertambah ramai terlebih saat ini akan menjelang Hari Raya Idul Fitri.” Pintanya
Sementara. Admoi salah satu penggiat sosial menilai, kondisi sampah tersebut mencerminkan bahwa, kinerja pihak Dinas Lingkungan Hidup Lampung Selatan terkesan bobrok dan tidak mendukung 100 hari program kerja Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.
“Kemaren sampah pasar Sidomulyo menjadi sorotan, sekarang pasar Kalianda.” Ungkapnya
Seharusnya, masalah pasar di sidomulyo beberapa waktu lalu menjadi corong penyemangat DLH dalam mengelola sampah.
Sampai berita ini di keluarkan belum ada komentar pihak Dinas Lingkungan Hidup Lampung Selatan. (Imron/Red)

















