Home / Hukum dan Kriminal

Sabtu, 27 Februari 2021 - 19:35 WIB

5 Pelaku Pemerkosa Siswi SMP di Ciduk Polisi

Serdang Bedagai – newskabarindonesia.com: Satreskrim Polres Sergai berhasil menangkap ke lima tersangka pelaku pemerkosaan terhadap korbannya NF (14) seorang siswi SMP.

Wakapolres Serdang Bedagai, Kompol Sofyan didampingi Kasatreskrim AKP Pandu Winata SH SIK MH, Kasubbag Humas AKP Sopyan SPd dalam konferensi pers kepada wartawan, Sabtu (27/2/2021) pagi di halaman Mapolres mengungkapkan kronologis kasus tersebut.

Adapun kelima tersangka yakni, KR alias Bodong (18), MF alias Frank (20), MRA alias Roma (19), AK alias Kurik (23) dan EK alias Edo (19) ke-limanya menetap di Desa Ujung Negeri Lahan, Kecamatan Bintang Bayu, Kabupaten Serdang Bedagai.

Kasus pemerkosaan yang digilir kelima tersangka terhadap korbannya NF (14) setelah sepupunya CA (15) menceritakan kejadian tersebut kepada ibu korban, Sariani (28) di kediamannya di Desa Kelambir Lima, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang.

Setelah mengetahui peristiwa itu, ibu korban langsung melaporkan nya hal tersebut ke Unit PPA Satreskrim Polres Sergai, Minggu (17/1/2021).

Kemudian, CA mengungkapkan bahwa mereka berdua mengenal para tersangka pada acara hajatan pesta perkawinan dengan hiburan keyboard di Dusun III, Desa Silau Rakyat, Kecamatan Sei Rampah, Kamis (7/1/2021) malam. Setelah berkenalan dengan menumpang sepeda motor tersangka keduanya dibawa melihat balap liar di Jalinsum SEI Bamban, hingga, Jumat (8/1/2021) pukul 02.00 WIB.

Baca Juga  Kasat Nakoba Polres Pelabuhan Belawan, AKP Abdi Harahap Ringkus 2 Pengedar Sabu 

Selanjutnya, sambung Wakapolres, kedua korban meminta kepada para tersangka untuk mengantarkan pulang ke rumah nenek CA di daerah Perbaungan. Akan tetapi, ditengah perjalanan persisnya di tengah gelapnya rerimbunan perkebunan kelapa sawit, korban dipaksa oleh tersangka untuk membuka baju dan celana.

Karena terpaksa, NF menuruti kemauan tersangka, namun CA menolaknya. Akhirnya, NF diperkosa dengan cara digiliri dimulai dengan tersangka K alias Bodong, lalu MF alias Frank, kemudian AK alias Kurik, selanjutnya EK alias Edo, dan mendapat jatah terakhir MRA alias Roma.

Setelah dilaporkan ibu korban, ungkap Wakapolres, Senin (15/2/202) sekitar pukul 14.00 WIB, petugas Opsnal Satreskrim melakukan penyelidikan. Informasi dari ibu korban bahwa tersangka EK alias Edo melakukan chatting dengan CA.

Selanjutnya, CA diminta untuk chatting dengan EK alias Edo meminta untuk bertemu dan dijemput. Merasa Menag banyak, tanpa sadar tersangka sudah masuk target polisi. Akhirnya, tersangka menjumpai CA dilokasi yang telah disepakati. Di TKP tersangka Edo langsung ditangkap.

Selanjutnya, petugas mengundang ke empat temannya untuk bergabung untuk “menggarap” CA dilokasi yang telah dijanjikan.

Pada pukul 19.00 Wib, hanya tersangka MF alias Frank yang datang di Stadion Dolok Masihul. Dilokasi ini langsung saja tersangka Frank diciduk. Namun, ketiga rekannya yang diundang untuk bertemu di Stadion Dolok Masihul tidak bisa hadir.

Baca Juga  6 Kasus Kriminal di Ungkap AKBP Josua Tampubolon Diantaranya Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur dan Pengebor Pipa Minyak Pertamina

Lalu, kembali disepakati pertemuan dengan chatting dari CA untuk bertemu di Titi Bapel Kampung Dilam yang tak jauh dari rumah tersangka AK alias Kurik. Kemudian, ketiga tersangka datang bersama ke lokasi (TKP), yaitu, AK alias Kurik, MRA alias Roma dan K alias Bodong.

Diduga hawa nafsu untuk kembali beraksi untuk “menggiliri” dengan sasaran CA melumpuhkan otak nalar kelima tersangka. Dengan sigap petugas Satreskrim menciduk ketiganya untuk bergabung dengan dua rekannya. Dan kelima tersangka selanjutnya diboyong ke Unit PPA Satreskrim Polres Sergai guna diproses.

Sementara itu, para tersangka dijerat dengan Pasal 81 ayat 1,2,3 jo Pasal 76 d subs Pasal 82 ayat 1,2 Jo Pasal 76 e dari UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Ancamannya 15 tahun penjara, karena dilakukan secara bersama-sama ditanba sepertiga dari ancaman, sehingga menjadi 20 tahun penjara,” terang Kompol Sopyan.

Selain itu, turut diamankan barang bukti, 3 unit sepeda motor, 1 potong jaket sweater, 1 potong kaos merah dan 1 potong celana jeans biru,” ujarnya Wakapolres.

(Rikcy)

Share :

Baca Juga

Hukum dan Kriminal

Tim Patroli Trantibum Kecamatan Medan Belawan Grebek Tempat Pengedar Narkoba

Hukum dan Kriminal

Kinerja PPA Polres Pelabuhan Belawan Dipertanyakan : Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Seksual Masih Berkeliaran

Hukum dan Kriminal

‎Perbudakan Modern di Kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan Hambat Kesejahteraan Sosial

Apakabar INDONESIA

Pengawasan Perikanan Buruk, Ketua KPI Belawan, Rudi Hartono : KKP Tutup Mata “Tewasnya Awak Kapal Ikan” DPRD Sumut Wajib RDP

Hukum dan Kriminal

3 Awak Tewas, Pengawasan Pemerintah Perikanan Belawan Dinilai Amburadul : KPI Desak DPRD Sumut Gelar RDP

Hukum dan Kriminal

Jaga Gerbang Laut Indonesia: Kodaeral I dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Balpres

Hukum dan Kriminal

Usia Kapal Ikan di Gabion Kian Tua, KPI Belawan Rentan Kecelakaan : Izin SLO Patut di Awasi

Hukum dan Kriminal

KPI Cabang Belawan desak APH Periksa Kapal Ikan Sesuai Permen KP No. 3 Tahun 2021