BELAWAN – newskabarindonesia.com: Narkoba picu aksi geng motor merajalela, Praktisi hukum Helmax Alex Sebastian Tampubolon, SH.MH sebutkan salah satu minimnya pengawasan dan pembinaan aparat yang berwenang, Rabu (29/5/2024).
Kelompok genk motor dalam aksinya membawa senjata tajam sambil melambaikan sajamnya tak patut dicontoh membuat keresahan dikalangan masyarakat luas.
Helmax Alex Sebastian Tampubolon tetap mengingatkan berhati hati berkendara dimalam hari lantaran genk motor melancarkan aksinya kerap dimalam hari.
Di tambah lagi, kurangnya tindakan tegas pihak yang berwenang mengakibatkan para kelompok pelaku kriminal semakin merajarela dalam aksi tersebut.
Dikatakannya, Aparat cenderung menunggu info dari masyarakat dahulu dan lanjut bergerak untuk menindak lanjutinya,” ujar Praktisi Hukum Helmax Alex Sebastian Tampubolon dikantornya
Jadi hilangnya rasa aman masyarakat untuk berkendara dijalan pada malam hari, secara tidak langsung menyiratkan bahwa hak-hak kita telah dilanggar.
“Hak untuk mendapatkan rasa tenteram, aman, damai, bahagia dan sejahtera lahir dan batin sebagaimana dimaksud didalam pasal 9 ayat (2) Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia,” Ungkap Alex kepada awa media
Selain itu, Aparat cenderung menunggu adanya kejadian atau laporan dari masyarakat terlebih dahulu baru bergerak untuk menindak lanjutinya,”ujar Alex.
Sangat penting peran para orang tua untuk membimbing anak anaknya dalam disiplin bersikap. Namun karena ketidak hadiran peran orang tua sehingga kemudian hilang arah dan akhirnya anak tersebut lakukan hal seperti semaunya.
Dalam pasal 19 Konvensi Hak Anak Tahun 1989 disebutkan bahwa tiap anak berhak mendapat pengasuhan yang layak, dilindungi dari kekerasan, penganiayaan, dan pengabaian,”ujar Helmax Alex juga Dirut LBH Cakra Keadilan.
Untuk mencegah dalam aksi Gemot, Aparat yang berwenang khususnya di Medan Utara jajaran Polres Pelabuhan Belawan dapat melakukan pembinaan melalui sekolah, lingkungan dan juga kegiatan yang positif lainya.
Sangat di sayangkan apabila pemerintah hanya mampu bersikap untuk memberikan hukuman tanpa adanya pembinaan dan juga edukasi yang baik, karena apabila di penjara secara tidak langsung mental anak dapat terganggu dan akan mengulangi hal yang sama.
“Kembali lagi, Pentingnya peranan orang tua untuk mengasuh, membimbing menjadi anak untuk menghargai orang lain, menghormati harkat dan martabat orang lain dan dikehidupannya,” tutur Helmax Alex Sebastian Tampubolon SH, MH.





















