NEWSKABARINDONESIA.COM – LAMPUNG Selatan – Pemerintah Desa Tanjung Gading, Kecamatan Rajabasa, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan instansi terkait.
Acara ini dihadiri oleh Camat Rajabasa yang diwakili Sugeng beserta jajaran, pendamping desa, perwakilan Dinas PU, Dinas Kesehatan, Dinas Perikanan, ibu-ibu PKK, BPD, serta warga setempat.
Dalam forum tersebut, Pemerintah Desa Tanjung Gading memaparkan sejumlah usulan program prioritas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang akan diajukan melalui sistem E-Planning APBD 2025. Usulan tersebut mencakup sektor pertanian, infrastruktur, ekonomi, sosial, hingga pariwisata.
Beberapa usulan program strategis di antaranya:
Bidang Pertanian & Ketahanan Pangan: agrowisata tanaman sayuran (Rp 62,5 juta), pengadaan bibit sapi ongole 10 ekor (Rp 50 juta), alat penyulingan tanaman nilam (Rp 100 juta), alat pengering cengkeh (Rp 100 juta), hingga pelatihan kelompok tani (Rp 10 juta).
Bidang Ekonomi & Sosial: pelatihan kepemudaan (Rp 10 juta), pelatihan UMKM (Rp 60 juta), bantuan kursi roda, alat pendengar, tongkat disabilitas (Rp 50 juta), pembangunan SPAL 500 meter (Rp 150 juta).
Bidang Infrastruktur & Lingkungan: pembangunan balai desa (Rp 500 juta), jalan usaha tani 1.000 meter (Rp 600 juta), pengadaan bank sampah & TPS 3R (Rp 250 juta), serta tambatan perahu desa (Rp 300 juta).
Bidang Pariwisata & Informasi: pengembangan sarana prasarana wisata desa (Rp 500 juta), pelatihan Pokdarwis (Rp 300 juta), dan sistem informasi pariwisata berbasis wifi (Rp 300 juta).
“Ali Nurdin Kepala Desa Tanjung Gading menegaskan bahwa usulan ini lahir dari hasil musyawarah bersama warga dan perangkat desa.
“Program ini kami ajukan agar pembangunan desa bisa lebih merata, mulai dari peningkatan ekonomi masyarakat, penyediaan sarana pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan wisata desa,” ujarnya.
Dengan adanya Musrenbangdes ini, pemerintah desa berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah sehingga program-program tersebut dapat direalisasikan melalui APBD dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. (Imron)



















