Revitalisasi SD Negeri Agom Gunakan Dana APBN 2025 Senilai Rp 686 Juta, Warga Sambut Baik Pembangunan Sekolah
Newskabarindonesia.com- Kalianda, Lampung Selatan — Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2025. Salah satu sekolah yang mendapat bantuan program tersebut adalah SD Negeri Agom, yang berlokasi di Desa Agom, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan.(14/10/2025)
Berdasarkan papan informasi kegiatan, proyek revitalisasi ini dilaksanakan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SD Negeri Agom dengan sumber dana berasal dari APBN Tahun 2025 senilai Rp 686.260.139. Jenis pekerjaan yang dilakukan berupa Revitalisasi Satuan Pendidikan SD Negeri Agom, dengan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender.
Program ini berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), sebagai bagian dari upaya pemerataan sarana pendidikan yang layak dan berkualitas di seluruh Indonesia.
“Hari Prasetyo selaku Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan SD Negeri Agom menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dengan rencana dan petunjuk teknis yang berlaku.
“Kami berusaha menjalankan pekerjaan ini sebaik mungkin agar hasilnya bisa bermanfaat bagi siswa dan guru. Harapan kami, setelah revitalisasi selesai, kegiatan belajar mengajar menjadi lebih nyaman dan aman,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu warga Desa Agom, Sutrisno (45), mengaku senang dengan adanya pembangunan sekolah tersebut. Menurutnya, kondisi bangunan SD Negeri Agom memang sudah saatnya diperbaiki.
“Kami sebagai warga sangat mendukung pembangunan ini.
Sekolah ini sudah lama perlu perbaikan, jadi dengan adanya revitalisasi tentu akan membuat anak-anak lebih semangat belajar. Mudah-mudahan hasilnya bagus dan bermanfaat untuk masyarakat,” ungkapnya.
Dengan adanya program revitalisasi ini, diharapkan SD Negeri Agom dapat menjadi satuan pendidikan yang lebih representatif dan mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar di Lampung Selatan, (Imron)



















